GOSIPGARUT.ID — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sebanyak 50 rumah di Desa Pamalayan dan Mekarsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Banyak pihak bertanya, siapakah yang berperan menggolkan program BSPS sehingga bisa teralokasi ke kedua desa itu?
Informasi yang diterima GOSIPGARUT.ID menyebutkan, memang hanya Desa Pamalayan dan Mekarsewu yang kebagian alokasi program BSPS pada tahun 2024 ini. Padahal jumlah desa di Kecamatan Cisewu ada 9 desa dan berpenduduk yang tidak memiliki rumah layak huni cukup banyak. Kuncinya bahwa kedua desa itu mampu mendapatkan program BSPS, karena kepiawaian kepala desa (Kades)-nya dalam menyerap anggaran pembangunan ke desanya.
“Berkat Kades Pamalayan dan Kades Mekarsewu program BSPS bisa teralokasikan ke kedua desa itu. Mereka, selain memiliki koneksi yang cukup luas dengan sumber-sumber anggaran di tingkat atas, juga kedua kades tersebut memiliki rekam jejak baik dalam melaksanakan program pembangunan di desanya,” ucap sebuah sumber.
Program BSPS sendiri merupakan program bantuan perbaikan rumah yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat penerima bantuan — dalam hal ini yang terkategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kades Pamalayan Budi Rahmat membenarkan jika program BSPS yang teralokasikan ke desanya berkat upayanya yang tiada henti dalam mengusulkan agar rumah-rumah warga yang tidak layak huni mendapat program tersebut. Sebenarnya, kata dia, pada tahun 2024 ini pihaknya mengusulkan ratusan rumah untuk mendapatkan bantuan BSPS, namun realisasi yang diberikan PUPR hanya 36 rumah.
“Untuk tahun 2024 ini sebenarnya kami mengusulkan sebanyak 150 rumah untuk mendapatkan program BSPS. Namun direalisasi oleh pusat hanya 36 rumah. Mudah-mudahan sisanya, yang belum tercover pada tahun 2024, dapat tercover di tahun 2025,” jelas Budi.
Begitu pula dengan Desa Mekarsewu, menurut Sekretaris Desa Hermawan, pihaknya mengusulkan 100 rumah untuk mendapatkan program BSPS di tahun 2024, sementara realisasinya hanya 14 rumah. “Mudah-mudahan di tahun 2025 alokasi BSPS ke desa kami lebih banyak,” kata dia. ***



.png)















