GOSIPGARUT.ID — Rencana pemerintah melakukan reaktivasi jalur kereta api yang sudah mati terus digulirkan. Bahkan program itu termasuk prioritas merujuk kepada minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap angkutan jalan baja itu.
Penegasan tersebut dikatakan Menteri BUMN Rini M Soemarno di sela-sela kegiatan Fun Walk HUT BUMN 2019 di Lapangan Upakarti, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (10/3/2019).
”Makin banyak masyarakat yang menggunakan KA. Tahun lalu saja, jumlah penumpang lebih dari 425 juta orang.
Tren kenaikannya terus membesar. Kita sih ingin jalurnya semakin banyak yang direaktivasi, sehingga masyarakat mendapatkan angkutan yang memang memberikan keunggulan,” jelas Menteri Rini.
Menurut dia, alasan masyarakat lebih senang menggunakan KA diantaranya karena faktor keamanan, kenyamanan, dan tepat waktu. Seiring dengan kepercayaan itu, pihaknya melalui PT KAI (Persero) tengah menggenjot langkah reaktivasi.
Beberapa jalur itu yakni Cibatu-Garut yang sudah berjalan, jalur Banjar-Cijulang, dan Bandung-Ciwidey yang ditargetkan sudah bisa bergulir pada 2019.
”Khusus Bandung-Ciwidey, memang masih pemetaan, tapi kita harapkan sudah berjalan sebelum akhir tahun,” jelasnya. Dia tak menampik ada tantangan di lapangan.
Di antaranya lahan jalur yang sudah diduduki masyarakat. Untuk itu pihaknya akan mengintensifkan komunikasi termasuk menawarkan solusi dan uang kerohiman terhadal masyarakat.
Di tempat yang sama, Sekda Jabar Iwa Karniwa menegaskan komitmennya untuk membantu langkah pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA yang dihidupkan kembali penggunaannya.
Prioritas Pemprov adalah memberikan kesadaran terhadap masyarakat yang menempati jalur KA yang bakal direaktivasi. Dia pun meminta agar tak ada pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut dengan menghadirkan suasana tak kondusif.
“Jadi saya mengimbau masyarakat yang jalannya direaktivasi untuk mengikhlaskannya, dengan kesadarannya untuk kepentingan yang jauh lebih bermanfaat,” kata Iwa. (SM/Gun)



.png)


























