Peristiwa

Menelusuri Jalur Kereta Api yang Akan Direaktivasi Gaya Seniman Garut

×

Menelusuri Jalur Kereta Api yang Akan Direaktivasi Gaya Seniman Garut

Sebarkan artikel ini
Sejumlah seniman Garut menyusuri jalur KA Cibatu-Garut yang akan direaktivasi. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Reaktivasi jalur kereta api Garut – Cibatu dalam delapan bulan terakhir kerap menghiasi pemberitaan di media, baik cetak, elektronik, dan online, bahkan media sosial pun turut mewarnai halaman jagat maya.

Sabtu pagi (13/7), komunitas seniman yang tergabung dalam Himpunan Sastrawan Dramawan Garut (Hisdraga) menginisiasi sebuah wujud kegembiraan hadirnya kembali tranportasi bersejarah, khususnya warga Garut, yang tenggelam sejak tahun 1988.

Kegiatan itu mereka namakan “Mapay Pijalaneun Kareta Api” (Menelusuri Bakal Jalan Kereta Api).
Perjalanan yang ditempuh tidak kurang dari 20 kilometer, memakan waktu sekira lima jam dari Stasiun Garut ke Stasiun Cibatu.

Baca Juga:   Asyik, Mulai Kamis Besok PT KAI Siapkan 2 Trip KA Uji Coba Rute Garut -- Cibatu Secara Gratis

Fachroe, salah seorang penggagas kegiatan ini, menuturkan, kegiatan jalan kaki ini sebagai bentuk dan cara menyambut akan kehadiran kembali (reaktivasi) jalur kereta api Cibatu-Garut, serta menyaksikan langsung sampai sejauh mana PT. KAI dalam menyelesaikan reaktivasi ini.

Para seniman saat tiba di stasiun Cibatu. (Foto: Istimewa)

“Di dalam perjalanan kami berbincang dengan masyarakat yang dilalui tentang akan dijalankannya kembali kereta apai Cibatu-Garut,” ujar dia, sesaat setelah sampai di Stasiun Cibatu.

Baca Juga:   Ruang Kelas SMPN 1 Peundeuy Ambruk Diterjang Cuaca Ekstrem, Kerugian Capai Rp100 Juta

Fachroe menambahkan, respon peserta yang terdiri dari anggota Hisdraga dan masyarakat umum, ternyata bermacam-macam. “Saat diajak, justru mereka mengungkapkan penuh keheranan. Ada yang setengah bertanya mengapa jalan kaki, naha (mengapa) gak pake kendaraan?” katanya.

Ia berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan ini, reaktivasi kereta api Garut-Cibatu segera terlaksana dan berjalan lancar, sehingga nantinya menjadi transportasi alternatif masyarakat menuju Garut, bahkan mempermudah pengunjung berwisata ke Garut.

Meski tanpa hadiah, ia berharap kegiatan ini menjadi semacam ekspedisi perjalanan untuk memperdalam spirit kebersamaan dalam membangun Garut yang berbudaya.

Baca Juga:   Polisi Garut Tangkap Ibu Pembuang Bayi di Kebon Cabai Malangbong

Kesan yang ia dan peserta rasakan, bahwa reaktivasi sungguh pekerjaan yang membutuhkan semangat kebersamaan, ternyata tidak begitu saja infrastruktur itu hadir.

“Dari bincang dengan masyarakat yang ditemui di perjalanan, mereka berharap transportasi kereta ini segera dan dapat cepat bermanfaat. Mereka pun masih terkenang dengan ‘si kuik’ dan ‘si gombar’-nya,” pungkas Fachroe. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *