Kesehatan

Garut Tambah Fasilitas Penanganan Covid-19 di RSUD dr. Slamet Senilai Rp6 Miliar

×

Garut Tambah Fasilitas Penanganan Covid-19 di RSUD dr. Slamet Senilai Rp6 Miliar

Sebarkan artikel ini
Bupati Rudy Gunawan meresmikan fasilitas pelayanan penanganan pasien Covid-19 di RSUD dr. Slamet, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (25/1/2021). (Foto: Deni Septyan)

GOSIPGARUT.ID — Untuk meningkatkan pelayanan penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Garut, Bupati Rudy Gunawan meresmikan penambahan fasilitas Covid-19 di RSUD dr. Slamet Garut, Senin (25/1/2021).

Fasilitas Covid-19 yang diresmikan itu berupa 100 ruang perawatan baru, di antaranya terdapat 20 ruangan perawatan intensif.

“Hari ini kita mengadakan pembukaan 100 ruang baru untuk pasien Covid-19, di antaranya 20 dilakukan dalam bentuk perawatan intensif, dengan menggunakan alat-alat canggih yang ada di setiap ruangan. Ini ada dua puluh tempat,” katanya.

Bupati mengungkapkan, pihaknya telah meningkatkan tempat perawatan yang tadinya ada 100 bed (kasur) menjadi 200 bed untuk pasien Covid-19.

Baca Juga:   Pemkab Garut Dorong Klinik Paru Rotinsulu Jadi Rumah Sakit, Targetkan Penanganan TB dan AKI/AKB Lebih Optimal

“Kita menaikkan tempat perawatan dari seratus bed menjadi dua ratus bed. Nah kami tidak mengambil risiko ini adalah rujukan bukan yang untuk isolasi. Yang datang ke sini itu adalah yang bener-bener mempunyai gejala,” ujarnya.

Bupati menyebutkan, pihaknya juga telah menyiapkan ICU (Intensive Care Unit) untuk pasien Covid-19 yang sedang dalam kondisi darurat.

“Dan kita menyiapkan ICU untuk 20 (pasien), 10 persennya adalah yang bener-bener dalam kondisi yang sangat gawat. Kita menggunakan peralatan-peralatan yang sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga:   Capai Target Kekebalan Kelompok, Vaksinasi Massal di Garut Terus Dilakukan

Penambahan fasilitas ini, kata Bupati, menghabiskan dana kurang lebih Rp6 miliar, termasuk pembelian obat yang harganya sekitar Rp7,5 juta.

“Ini dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) menggunakan e-catalogue UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) nilainya Rp6 miliar. Itu pembelian sesuatu yang terdiri banyak lah termasuk obat yang (harganya) Rp7,5 juta,” katanya.

Tak hanya RSUD dr. Slamet, lanjut Bupati, ada juga rumah sakit lain yang digunakan sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 yang memiliki gejala.

Baca Juga:   Positif Covid-19 di Garut Bertambah Dua, Total Menjadi Enam Orang

“Dari yang 200 itu kan dari rumah sakit dr. Slamet. Kita masih ada 4 rumah sakit lagi, Intan Husada kemudian Annisa Queen, Nurhayati dan satu lagi adalah Guntur, jadi kita ada lima. Kalau misalnya Medina dan rusun itu namanya rumah sakit darurat bagi mereka isolasi yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *