Berita

65 Persen Penduduk Garut Menerima Bantuan Sosial di Masa Pandemi Covid-19

×

65 Persen Penduduk Garut Menerima Bantuan Sosial di Masa Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Garut, Ade Hendarsyah. (Foto: Muhamad Azi Zulhakim)

GOSIPGARUT.ID — Dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Garut, di mana banyak penduduk Garut yang kesulitan khususnya dari sisi finansial, karena adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK ) dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengatakan hampir 65 persen penduduk Garut mendapatkan bantuan sosial karena terdampak Covid-19.

“Kalau melihat bantuan yang telah dikucurkan baik oleh pemerintah pusat maupun pemeritah provinsi dan kabupaten, mereka yang terkategorikan terdampak covid, itu bisa di kisaran 65 persen,” ujar dia, Kamis (17/12/2020).

Ade menambahkan, ke-65 persen penduduk Garut itu menerima bantuan sosial dari 9 pintu bantuan termasuk program bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), dan dana desa (DD).

Baca Juga:   Masyarakat Garut Diminta Sadar Ancaman Bencana Alam

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang melakukan pemadanan data agar tidak terjadi data ganda dari penerima bantuan sosial ini.

“Nah kita kan sedang melakukan pemadanan karena kita juga ingin menghindari data ganda penerima bantuan jadi bagaimana supaya bantuan ini tidak duplikasi, yang provinsi dia dapat, dari pusat dia dapat, dari kabupaten juga dia dapat. Perlu kita padankan supaya tidak hanya sekadar adanya pemerataan tetapi bantuan ini bisa benar-benar tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan,” papar Ade.

Baca Juga:   Video-Foto Syur Wanita Diduga PNS Beredar, BKD Jabar Siapkan Sanksi

Ia menyampaikan, adanya program bantuan ini, sebagai wujud perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona ini.

“Banyak pemutusan hubungan kerja, bahkan mereka yang kehilangan pekerjaan. Banyak pekerja yang dirumahkan dengan bayaran yang tentu saja tidak seperti biasa yang mereka dapatkan di masa sebelum pandemi (pengurangan penghasilan) dan sebagainya yang tentu berdampak pada kemampuan beban pengeluaran keluarga yang rentan tadi, rentan karena ada goncangan pandemi. Jadi karena ada goncangan sedikit saja apalagi goncangannya seperti ini yang mengglobal mendunia semua terdampak,” kata Ade.

Baca Juga:   Dinsos Garut: Warga yang Menjalankan Isolasi Mandiri Bisa Dapatkan Jadup Rp300 Ribu

Ia menjelaskan, melansir dari Badan Pusat Statistika (BPS) Garut, angka kemiskininan Kabuapten Garut di tahun 2019 itu ada diangka 8,98 persen.

“Mudah-mudahan pandeminya berakhir ya tentu saja kita bisa kembali hidup normal misalnya. Dan kemudiann kita juga bisa menekan angka kemiskinan dikisaran 6,5% (target di tahun 2024),” pungkas Ade. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *