GOSIPGARUT.ID — Peristiwa berkumpulnya 180 calon kelompok penerima manfaat (KPM) program bantuan pangan non tunai (BPNT) di aula Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, pada Kamis (18/6/2020), menimbulkan komentar beragam dari banyak pihak.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin, menyesalkan pengumpulan KPM tersebut sebelum agen (e-warung) menyediakan bahan untuk BPNT.
Sementara praktisi hukum dari LBH Serikat Petani Pasundan (SPP), Yudi Kurnia SH, MH, minta aparat penegak hukum segera memeriksa agen e-warung yang sudah berani melakukan penggesekan kartu keluarga sejahtera (KKS) yang sembakonya belum ada.
Kepala Desa Cisewu, Udan Rukmana, saat dikonfirmasi GOSIPGARUT.ID membenarkan telah terjadi pengumpulan sekitar 180 KPM calon penerima BPNT Perluasan di aula Desa Cisewu. Dan ia menegaskan kalau kegiatan itu hanya berupa simulasi, edukasi, sosialisasi, dan cek saldo bagi KPM program BPNT perluasan.
“Itu bukan pembagian BPNT, melainkan dalam rangka sosialisasi dan pengecekan saja. Kami memang menginstruksikan para ketua RW untuk menghadirkan calon penerima BNPT agar hadir pada acara sosialisasi BPNT Perluasan,” katanya.
Menurut Udan, sosialisasi yang diadakan oleh Pemerintah Desa Cisewu itu untuk membelajarkan warga cara mengecek, menggesek, dan mengisi PIN, serta menyimpan struk setiap bulannya kepada agen. Termasuk sosialisasi mengenai barang yang tidak layak pakai dan busuk bisa dikembalikan.
“Sedangkan agen e-warung melakukan pengumpulan KPM di aula desa dalam proses pengecekan kartu. Memang ada sebagian yang digesek, namun sudah disepakati oleh KPM supaya tidak bulak balik,” katanya.
Sementara itu, menurut informasi yang berhasil dihimpun, belum dibagikannya sembako pada pengumpulan 180 calon KPM BPNT Perluasan di aula Desa Cisewu itu karena pasokan bahan sembako dari suplayer mengalami keterlambatan dan baru akan sampai di Cisewu pada Jum’at ini (19/6/2020).
Saat dikonfirmasi kepada suplayernya, Herman Budianto (45), membenarkan bahwa pasokan bahan sembako untuk KPM BPNT di Cisewu mengalami keterlambatan mengingat proses pengiriman sembako di perjalanan menuju Cisewu cukup berat. Untuk itu ia memohon maaf atas keterlambatan pasokan tersebut.
“Saya mohon maaf untuk pasokan bulan ini mengalami keterlambatan karena berbagai hal. Saya berjanji, untuk bulan selanjutnya tidak akan terjadi lagi peristiwa seperti ini,” kata dia.
Herman menjamin semua bahan sembako untuk KPM BPNT di Cisewu sampai di agen e-warung pada Jum’at ini. Pernyataan itu diperkuat oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cisewu, Ai Rahmawati bahwa bahan sembako tersebut berupa beras, telur, apel,kentang, kacang hijau segera tiba.
“Rinciannya, per KPM akan mendapatkan beras 10 kilogram, telur 1 kilogram, kentang 1 kilogram, apel 1 kilogram, dan kacang hijau 1/2 kilogram,” jelas Ai. (A Gunawan)



.png)

















