GOSIPGARUT.ID — Empat guru honorer di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, mendapat hadiah dan penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut berkat jasanya yang rela mengajar siswa dari pintu ke pintu di saat diberlakukannya pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona.
Keempat guru honorer itu adalah Rosita Amelia (SDN 3 Nyalindung), Fitri Sri Gustiari (SDN 2 Pamalayan), Nurjaman (SDN 2 Nyalindung), dan Ratnengsih (SDN 2 Cikarang). Pada Rabu (6/5/2020) kemarin mereka menerima hadiah dan penghargaan Kadisdik Garut itu melalui Korwil Pendidikan Kecamatan Cisewu.
“Keempatnya kami undang untuk menerima hadiah dari Pak Kadisdik di kantor Korwil Pendidikan. Dan ada prosesi penyerahan hadiah yang disaksikan sejumlah staf Korwil dan pengawas TK/SD, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” terang Korwil Pendidikan Kecamatan Cisewu, Agus Rajab, saat dikonfirmasi Rabu malam.
Ia menjelaskan, keempat guru honorer tersebut begitu berbahagia saat menerima hadiah berupa uang dan piagam penghargaan itu. Sebelumnya mereka tidak menduga akan mendapatkan penghargaan dari pejabat selevel Kadisdik Kabupaten Garut. Karena tugas yang mereka jalankan adalah tugas biasa yang selalu dilakukan pada hari-hari sebelumnya ketika siswa membutuhkan bimbingan belajar di rumah.
“Yang menjadi istimewa karena saat ini dilaksanakan saat diberlakukan belajar mandiri di rumah gegara virus corona, sebuah fenomena wabah yang mengejutkan dunia,” tambah Agus.
Dibenarkan salah seorang guru honorer, Fitri Sri Gustiari. Kepada GOSIPGARUT.ID ia mengaku serasa mimpi bisa sampai mendapatkan hadiah dari Kadisdik Garut. Hal itu tentu di luar dugaannya. Karena aksi yang dijalankan bersama tiga rekannya merupakan hal yang sering dilakukan.
“Ketika aksi kami kemudian diapresiasi dan dihargai Pak Kadisdik Kabupaten Garut, hanya ucapan terima kasih yang bisa kami sampaikan kepada beliau. Insha Alloh, demi anak didik, kami tidak akan surut mengabdi meski dalam kondisi apapun,” ujarnya.
Sementara Kadisdik Garut, Totong, saat dimintai komentarnya ihwal hadiah yang diberikan kepada keempat guru honorer di Cisewu, mengatakan bahwa penghargaan atau hadiah tersebut tidaklah seberapa nilainya kalau dibandingkan dengan beban tugas keseharian guru honorer itu sendiri.
“Yang mesti dilihat dari penghargaan itu adalah bentuk motivasi dan perhatian dari kami untuk lebih meningkatkan kepeduliannya kepada para siswa. Insha Alloh dalam waktu dekat (kabar gembira) bagi para guru dan tenaga kependidikan non PNS, baik negeri maupun swasta yang terdampak Covid-19, Pemkab Garut akan mengalokasikan anggaran untuk para guru itu (semacam untuk stay at home),” kata dia.
Kaitannya dengan bantuan yang akan diberikan kepada guru honorer itu, Totong menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan jajaran DPRD Kabupaten Garut atas perhatiannya untuk memberikan bantuan kepada guru dan tenaga kependidikan honorer yang terdampak Covid-19.
“Semoga para guru kita tetap terjaga harkat, marwah, dan martabatnya,” ujarnya. ***



.png)











