GOSIPGARUT.ID — Pada musim penghujan saat ini, Kabupaten Garut memasok kebutuhan masyarakat Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) seperti cabai dan bawang merah sebanyak 1.500 ton.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut Haeruman mengatakan, meski sempat dilanda kemarau cukup ekstrim namun produktivitas cabai dan bawang merah di Kabupaten Garut pada akhir Desember 2019 masih bisa memenuhi kebutuhan lokal hingga tiga bulan ke depan.
Menurutnya, daerah Jabotabek mendapatkan pasokan sebanyak 700 ton cabai dan sebanyak 800 ton bawang merah.
Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Garut Rakhmat Jatnika menuturkan, Kecamatan Pasirwangi menghasilkan sebanyak 6.000 ton cabai rawit dan keriting pada areal tanaman seluas 600 hektare. Sedangkan, Kecamatan Bayongbong menmproduksi sebanyak 8.000 ton bawang merah dari areal tanaman seluas 800 hektare.
Dia menuturkan, harga jual cabai rawit di tingkat petani saat ini berkisar Rp25 ribu/kg. Sedangkan, komoditas cabai keriting dibanderol Rp35 ribu/kg dan bawang merah berkisar Rp24-25 ribu/kg.
Menghadapi potensi peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada musim hujan sekarang, Rakhmat menyebutkan pihaknya sejak awal sudah melakukan upaya antisipasi melalui para petugas lapangan dengan mengadvokasi masyarakat petani.
“Meskipun dipastikan terjadi peningkatan serangan OPT pada musim hujan, tapi sampai saat ini belum ada laporan resmi dari petugas lapangan mengenai masalah ini,” kata Rakhmat, Jum’at (3/1/2020). (IK/Zainulmukhtar)



.png)























