GOSIPGARUT.ID — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Garut memastikan seluruh konsolidasi dan agenda rutin tahunan partai tetap berjalan efektif tanpa mengganggu fungsi legislasi anggota DPRD. Koordinasi yang terukur menjadi kunci agar instruksi partai dan tugas kedewanan bergerak selaras di lapangan.
Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Garut terus merapatkan barisan dalam menjaga ritme kerja organisasi. Partai berlogo banteng moncong putih ini memastikan agenda rutin tahunan yang diinstruksikan oleh tingkatan pusat maupun daerah dapat terealisasi secara konsisten hingga tingkat akar rumput, sembari tetap menghormati kesibukan para kadernya di lembaga legislatif.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Dedi Hasan Bahtiar, menegaskan bahwa struktur partai memiliki tiga pilar agenda rutin tahunan yang wajib dijalankan. Ketiganya meliputi Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai pada Januari, rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno pada Juni, serta Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus.
”Setiap tahun ada tiga agenda. Ini agenda partai yang diagendakan oleh DPD maupun DPC,” kata Dedi saat ditemui di Desa Sukabakti, Kabupaten Garut, Minggu, 30 Agustus 2026.
Pelaksanaan agenda tersebut, lanjut Dedi, secara aktif melibatkan para anggota legislatif dari daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Para legislator PDIP di DPRD Garut diminta menyelaraskan program partai dengan agenda kerja penyerapan aspirasi masyarakat di wilayahnya. Keterlibatan ini dinilai penting untuk memperkuat basis kepartaian sekaligus memastikan kehadiran partai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dedi mencontohkan langkah aktif yang dilakukan anggota DPRD, seperti Yudha, yang turut memfasilitasi dan memberi dukungan penuh terhadap kegiatan struktur partai di dapilnya. Sinergi semacam ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab kader terhadap keberlangsungan mesin partai.
Kendati menuntut komitmen tinggi, DPC PDIP Garut bersikap fleksibel terkait tingkat kehadiran para legislator. Dedi menegaskan pihaknya memahami bahwa anggota DPRD memikul beban kerja kedewanan yang padat, seperti agenda kunjungan kerja, rapat komisi, maupun fungsi pengawasan yang jadwalnya tidak jarang berbenturan dengan agenda internal partai.
”Kalau memang sedang sibuk, izin itu biasa. Karena di dewan juga tidak mungkin tidak ada kegiatan, misalnya kunjungan atau agenda lainnya. Selama ini tidak ada masalah,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, komunikasi antara DPC, Fraksi PDIP di DPRD, serta seluruh legislator sejauh ini berjalan sangat cair dan tanpa hambatan. Fleksibilitas serta transparansi koordinasi membuat dinamika internal tetap kondusif.
”Komunikasinya bagus dengan semua. Tidak ada masalah, biasa saja. Kalau ada agenda partai, kita selaraskan. Sinergi dengan fraksi dan DPC juga bagus,” tutur Dedi.
Harmonisasi antara DPC, Fraksi PDIP, dan seluruh kader di DPRD menjadi pondasi utama menjaga stabilitas internal organisasi. Melalui pola komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang terjaga, PDIP Garut optimistis seluruh target politik serta fungsi pelayanan kepada konstituen dapat berjalan optimal dan beriringan. (Yuyus)



.png)










