GOSIPGARUT.ID — Arus lalu lintas di sekitar pasar Desa Cisewu seringkali tersendat oleh melubernya pedagang hingga ke tengah jalan. Tak heran jika pada waktu-waktu tertentu, ketika aktivitas pedagang sedang tinggi-tingginya, di ruas jalan bernama Wirabhakti itu selalu terjadi kemacetan cukup parah.
Warga mengaku sudah cukup dipusingkan oleh kondisi kemacetan yang telah berlangsung lama itu. Maka, agar problema tersebut tidak terus mendera, akhirnya warga sepakat untuk membangun jalan alternatif guna mengurai kemacetan arus lalu lintas di sekitar pasar Desa Cisewu.
“Pembukaan jalan dilakukan mulai hari ini (Sabtu, 13 November 2021) di lokasi yang semula berupa jalan setapak atau gang yang hanya mampu dimasuki kendaraan roda dua. Keberadaan jalan setapak ini dihimpit oleh tanah dan rumah penduduk,” ujar Kepala Desa Cisewu, Cecep Supriadi, saat dihubungi di lokasi pelebaran jalan, Sabtu (13/11/2021).
Ia menjelaskan, panjang jalan yang dilebarkan itu sekira 50 meter. Jalan tersebut akan terhubung dengan jalan terusannya yang sudah terlebih dahulu lebar dan mampu dimasuki kendaraan roda empat (mobil) yang panjangnya sekira 180 meter. Jadi, total panjang jalan itu setelah ditambah jalan yang sedang dilebarkan adalah 230 meter.
“Biaya untuk pelebaran jalan ini murni swadaya masyarakat, mulai dari pembuatan tembok penahan tanah (TPT), pengurugan jalan, hingga tenaga kerja yang melibatkan puluhan warga dari RW 01 Desa Cisewu,” kata Cecep.
Ia menuturkan, pelebaran jalan baru bisa dilakukan sekarang mengingat pemilik tanah yang dipakai jalan tersebut baru menghibahkan tanahnya saat ini. Lagi pula, kesiapan warga untuk berswadaya melebarkan jalannya pun baru muncul sekarang.
“Sebelumnya, memang agak sulit untuk menumbuhkan swadaya masyarakat karena berbagai hal. Namun sekarang, dengan upaya salah seorang tokoh masyarakat yaitu Pak Yudi Layung dan Ketua RW, swadaya masyarakat itu dapat diwujudkan,” tutur Cecep.
Ia mengatakan, setelah jalan tersebut dibuka, pemerintah Desa Cisewu akan segera menghotmiks jalan sepanjang 230 meter itu. Dananya diambil dari Dana Desa tahun 2022.
“Sebagai penghargaan atas upaya Pak Yudi Layung atas terlaksananya pembangunan jalan ini, maka jalan yang sebagian melintasi tanah milik Pak Yudi Layung itu akan diberi nama Jalan Layung,” pungkas Cecep. ***



.png)











