GOSIPGARUT.ID — Dua pekan menjelang Idulfitri, minyak goreng bersubsidi merek Minyakita dilaporkan langka di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut. Kelangkaan tersebut dikeluhkan pedagang eceran di beberapa pasar, seperti Pasar Cibatu, Limbangan, Banyuresmi, hingga Pasar Wanaraja.
Sejumlah pedagang menyebut stok Minyakita hampir tidak ditemukan di pasaran. Kalaupun tersedia, harga jualnya sudah jauh di atas harga yang biasanya berlaku.
Salah seorang pedagang di Pasar Cibatu, Jujun (54), mengatakan Minyakita mulai sulit didapat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat konsumen beralih ke merek minyak goreng lainnya.
“Kalau Minyakita sekarang sudah langka. Kalau pun ada, harganya sekitar Rp230.000 per karton. Pembeli akhirnya memilih minyak lain yang kualitasnya lebih bagus dengan harga hampir sama, seperti Bimoli, Sunco, atau Filma,” ujar Jujun saat ditemui, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, minyak goreng sebenarnya masih tersedia di pasaran, namun bukan merek Minyakita yang merupakan minyak goreng bersubsidi dari pemerintah.
“Kalau stok minyak sebenarnya ada, tapi bukan Minyakita. Apalagi yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sekarang hampir tidak ada yang jual,” kata dia.
Kelangkaan Minyakita juga dirasakan oleh sejumlah koperasi di Kabupaten Garut. Salah seorang pengurus Koperasi Desa Merah Putih mengungkapkan bahwa stok minyak goreng tersebut sudah kosong sekitar satu minggu terakhir.
Ia menyebut pihak koperasi tidak lagi menerima pasokan dari Bulog dalam beberapa waktu terakhir.
“Minyakita sudah kosong sekitar seminggu. Informasinya juga belum ada pengiriman lagi sampai akhir bulan ini,” ujarnya.
Selain kelangkaan minyak goreng bersubsidi, sejumlah bahan pokok lainnya di pasar tradisional Garut juga mulai mengalami kenaikan harga menjelang Lebaran.
Harga telur ayam ras yang sebelumnya berkisar Rp30.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp32.000 per kilogram. Sementara harga beras naik dari Rp15.000 menjadi Rp17.000 per kilogram.
Adapun harga ayam potong juga mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram.
Para pedagang menilai kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idulfitri. Mereka berharap pasokan bahan pokok, terutama Minyakita, dapat kembali normal agar harga di pasaran tetap stabil. (Ai Karnengsih)



.png)











