GOSIPGARUT.ID — Kondisi memprihatinkan dialami puluhan anak di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hikmah, Kampung Cipadung, Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Bangunan sekolah mereka nyaris roboh akibat pergeseran tanah, memaksa para siswa menjalani aktivitas belajar mengajar di bawah tenda darurat demi keselamatan.
Merespons viralnya video dan pemberitaan terkait kondisi tersebut, Polsek Banjarwangi bersama unsur Forkopimcam dan BPBD Kabupaten Garut bergerak cepat melakukan langkah tanggap darurat. Pada Selasa malam (13/1/2026), aparat gabungan memasang tenda darurat sebagai ruang belajar sementara bagi para siswa.
Kegiatan pemasangan tenda dipimpin langsung Kapolsek Banjarwangi Ipda Ipar Suparlan dan dilaksanakan di lapang voli Kampung Cipadung RT 01/RW 06. Lokasi tersebut kini menjadi tempat alternatif pembelajaran bagi 105 siswa MI Darul Hikmah yang sebelumnya terpaksa belajar di bawah terpal seadanya, menyusul kondisi gedung sekolah yang bocor, lapuk, dan dinilai membahayakan keselamatan anak-anak.
“Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari kondisi bangunan yang tidak layak. Tenda darurat ini kami siapkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan aman, meskipun dalam keterbatasan,” ujar Ipda Ipar Suparlan di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, langkah cepat ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan terkait penanganan darurat bencana, terlebih wilayah Banjarwangi tengah memasuki musim penghujan yang berpotensi memicu bencana susulan. Kehadiran aparat dan pemerintah daerah, kata Ipar, bertujuan memastikan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama.
Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan bahwa pergeseran tanah yang terjadi pada 24 Mei 2025 lalu berdampak cukup luas. Selain merusak satu rumah warga, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada satu ruang sekolah MI dan MTs, satu ruang Posyandu Kenanga Empat, serta satu ruang PAUD Rizalulgodd.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang masa depan anak-anak. Mereka berhak belajar dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Melalui pemasangan tenda darurat ini, kepolisian bersama unsur terkait menegaskan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta memastikan anak-anak yang terdampak bencana tetap mendapatkan hak pendidikannya.
“Harapannya, tenda darurat ini bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai solusi sementara, sambil menunggu penanganan permanen dari pihak terkait,” pungkas Ipda Ipar Suparlan. ***



.png)






