GOSIPGARUT.ID — Penurunan pagu Dana Desa pada 2026 berdampak langsung pada berkurangnya alokasi bantuan langsung tunai (BLT) di sejumlah wilayah. Di tengah keterbatasan itu, Kepala Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, H. Budi Rahmat, memilih langkah tak biasa: mendonasikan gajinya untuk membantu warga lanjut usia (jompo) yang membutuhkan.
Budi mengatakan, rata-rata Dana Desa 2026 mengalami penurunan sekitar Rp300 juta per desa. Konsekuensinya, ruang fiskal untuk BLT menyempit. Agar bantuan bagi warga jompo tetap berjalan, ia menyisihkan gaji bulan Januari 2026 untuk membeli beras yang kemudian disalurkan kepada penerima manfaat.
“Saya mendonasikan gaji bulan Januari 2026 dengan membeli beras untuk dialokasikan ke 50 warga jompo di Desa Pamalayan,” ujar Budi, Selasa (13/1/2026).
Menurut dia, gaji yang didonasikan mencapai lebih dari Rp3 juta. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus empati kepada warga yang selama ini bergantung pada BLT untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Berdasarkan data pemerintah desa, pagu Dana Desa 2026 untuk Desa Pamalayan ditetapkan sebesar Rp373.456.000. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai pos prioritas, di antaranya BLT Dana Desa sebesar Rp25.200.000, ketahanan pangan Rp196.000.000, penanganan stunting Rp12.256.000, padat karya tunai desa Rp10.000.000, serta desa berketahanan iklim dan tangguh bencana Rp15.000.000.
Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk operasional desa Rp10.000.000, dukungan stimulan rumah tidak layak huni (Rutilahu) Rp50.000.000, dan sektor prioritas lainnya sebesar Rp55.000.000.
Budi berharap langkah kecil tersebut dapat meringankan beban warga jompo sekaligus menginspirasi semangat gotong royong di tengah keterbatasan anggaran desa. “Yang terpenting, tidak ada warga yang merasa ditinggalkan,” ujarnya. ***



.png)















