GOSIPGARUT.ID — Kepala Desa (Kades) Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Ede Sukmana, menjadi sasaran kekecewaan puluhan warga Ciangkrong setelah proyek rekonstruksi Jalan Pasirgaru di Blok Ciangkrong dinilai tidak sesuai kebutuhan. Warga meluapkan protes dengan membanjiri pesan WhatsApp hingga mendatangi rumah dan kantor kades pada Selasa (30/12/2025).
Kekecewaan warga Ciangkrong, Desa Garumukti, dipicu pembangunan jalan sepanjang sekitar 250 meter yang justru dikerjakan di titik yang masih layak dilalui. Padahal, warga berharap perbaikan dilakukan di ruas jalan yang rusak parah dan sulit dilewati.
Akibat proyek tersebut, Ede Sukmana menjadi bulan-bulanan amarah warga. Ia dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan jalan yang dinilai salah sasaran. Sejumlah warga bahkan mendatangi rumah dan menggeruduk kantor desa untuk meminta penjelasan langsung.
Salah seorang warga, Chandra, menyampaikan protesnya melalui pesan WhatsApp kepada kepala desa. Dalam pesannya, ia mempertanyakan alasan perbaikan dilakukan pada jalan yang masih bagus.
“Pa, naha jalan anu diomean teh bet jalan anu alus? Cik atuh ngomean jalan teh anu goreng, lain jalan alus keneh diomean,” tulis Chandra.
Menurut warga, protes tersebut tidak hanya datang dari satu atau dua orang. Puluhan warga mengaku kecewa karena aspirasi mereka soal perbaikan jalan rusak berat tidak diakomodasi dalam pelaksanaan proyek di lapangan.
Menanggapi situasi tersebut, Ede Sukmana mengaku kesal sekaligus tertekan. Ia menyatakan pemerintah desa sebenarnya telah berupaya mengakomodasi kebutuhan warga dengan mengusulkan perbaikan jalan kepada Pemerintah Kabupaten Garut.
“Kami mengusulkan perbaikan jalan sepanjang 500 meter, dan yang direalisasikan 250 meter. Namun sangat disayangkan, pemborong justru mengerjakan di titik yang masih bagus, sementara jalan rusak tidak dibangun. Akhirnya saya yang menjadi sasaran kekecewaan warga,” ujar Ede.
Akibat persoalan itu, Ede mengaku tidak hanya menerima luapan emosi warga, tetapi juga mendapat ancaman akan didemo oleh warga Panawa sebagai buntut dari pembangunan jalan yang dinilai bermasalah tersebut.
Ede menjelaskan, keterbatasan anggaran dana desa membuat pihaknya terus berupaya mencari solusi dengan mengajukan bantuan pembangunan jalan melalui anggaran kabupaten dan provinsi. Menurut dia, kondisi jalan desa di Garumukti cukup panjang dan membutuhkan perhatian besar.
“Perjuangan usulan bantuan sebenarnya mendapat respons. Namun pelaksanaannya di lapangan tidak sesuai harapan. Tidak ada koordinasi, tidak ada pemberitahuan, bahkan papan informasi proyek pun tidak ada,” katanya.
Untuk meredam kekecewaan warga sekaligus meluruskan persoalan, Ede Sukmana berjanji akan segera meminta klarifikasi kepada Dinas PUPR Kabupaten Garut terkait pihak pemborong yang mengerjakan proyek tersebut.
“Terkait kekecewaan warga Ciangkrong, secepatnya saya akan meminta keterangan dari pihak dinas siapa yang melakukan pekerjaan ini agar bisa dimintai pertanggungjawabannya,” tegas Ede. (Ai Karnengsih)



.png)

















