GOSIPGARUT.ID — Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut, Dwi Azhar Ramdhani, melontarkan pesan tajam kepada seluruh pelajar agar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan menjadi pelaku utama perubahan di era digital.
Pernyataan itu disampaikan Dwi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XXI IPM Kabupaten Garut, yang digelar di SMK Muhammadiyah Garut Kota, Sabtu (18/10/2025). Acara ini turut dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin yang membuka kegiatan secara resmi.
“Arus teknologi tidak bisa kita bendung. Dari rumah ke rumah, dari jari ke jari, dari handphone ke handphone — semua terkoneksi. Karena itu, IPM harus hadir sebagai aktor yang mengarahkan pelajar untuk menjadi agen perubahan, bukan sekadar penonton,” tegas Dwi dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan peserta.
Menurut Dwi, pelajar hari ini harus memiliki mental kepemimpinan berdampak — paradigma baru yang kini diusung IPM menggantikan konsep lama pelajar berkemajuan.
“Kepemimpinan berdampak artinya pemimpin tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri, tapi memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas. Minimal berdampak bagi orang terdekatnya, dan idealnya bagi semua orang,” jelasnya.
Dwi menilai, tantangan terbesar pelajar di era digital bukan lagi soal akses informasi, tetapi kemampuan mengelola teknologi menjadi kekuatan sosial dan moral.
“IPM ingin membentuk pelajar yang sadar bahwa setiap manusia adalah pemimpin, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Kepemimpinan bukan soal posisi, tapi tanggung jawab untuk memberi dampak,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengapresiasi semangat intelektual pelajar Muhammadiyah dan meminta seluruh siswa Garut untuk serius memperkuat literasi, numerasi, dan sains sebagai pondasi menghadapi masa depan yang penuh persaingan.
“Saya titip, tingkatkan literasi, numerasi, dan sains. Itu modal utama untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan. Kalau produktivitas pelajar meningkat, ekonomi masyarakat juga ikut naik,” kata Syakur.
Bupati menambahkan, produktivitas sumber daya manusia muda akan menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Garut di berbagai sektor.
“Kita perlu kerja keras bersama agar masyarakat Garut menjadi lebih produktif dan maju,” ujarnya.
Musyawarah Daerah XXI IPM Kabupaten Garut kali ini menjadi momentum penting bagi para pelajar Muhammadiyah untuk merumuskan arah gerakan dan memilih pemimpin baru yang siap menjawab tantangan digitalisasi dan perubahan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut juga meresmikan dua inovasi pelajar SMK Muhammadiyah Garut Kota, yakni Mugata Mini Mart dan Mugata Bank Mini, sebagai simbol lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing. ***



.png)





