Jawa Barat

Jabar Pertahankan Status Provinsi Terfavorit untuk Investasi, KDM Janji Beri Rasa Aman dan Nyaman bagi Investor

×

Jabar Pertahankan Status Provinsi Terfavorit untuk Investasi, KDM Janji Beri Rasa Aman dan Nyaman bagi Investor

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

GOSIPGARUT.ID — Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai daerah tujuan investasi terbaik di Indonesia. Sepanjang semester I tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke Jabar mencapai Rp72,5 triliun, tertinggi secara nasional.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan capaian itu merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Menurutnya, Pemda Provinsi Jabar berkomitmen menjaga momentum tersebut dengan memastikan iklim investasi tetap ramah, aman, dan berkelanjutan.

“Yang dibangun adalah investasi. Bagaimana investasi? Ya, harus ramah. Perizinan harus cepat, infrastruktur harus dibangun dengan baik. Pemerintah Provinsi saat ini sangat konsen terhadap pembangunan infrastruktur,” ujar KDM, belum lama ini.

Baca Juga:   Dukung PSBB, PT Kahatex Rumahkan Belasan Ribu Karyawannya

KDM menegaskan, pemerintah daerah tengah memperkuat tiga aspek utama untuk menarik dan mempertahankan investasi: percepatan perizinan, peningkatan kualitas infrastruktur, dan jaminan rasa aman bagi pelaku usaha.

Langkah ini, kata dia, merupakan bagian dari strategi Jabar dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang merata hingga ke daerah-daerah penyangga industri seperti Purwakarta, Karawang, dan Bekasi.

Meski begitu, KDM mengakui masih ada tantangan yang berpotensi mengganggu iklim investasi, salah satunya praktik premanisme di sekitar kawasan industri.

“Kami tidak menutup mata, premanisme itu masih ada dan bisa merusak kepercayaan investor. Karena itu, Dinas Tenaga Kerja kami instruksikan membuka layanan aduan yang bisa merespons cepat laporan dari perusahaan,” tegasnya.

Baca Juga:   Tiga Wilayah di Jabar Dipersiapkan Calon DOB Tahap Pertama, Termasuk Garut Selatan

Menurut KDM, layanan aduan ini akan berfungsi sebagai sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan investasi di lapangan. Ia menilai pemerintah daerah tak boleh hanya berperan sebagai pemungut pajak, tetapi juga harus aktif menjaga kenyamanan dunia usaha.

“Pemerintah kerjanya nggak boleh hanya mungut pajak. Pemerintah harus hadir memberikan rasa nyaman. Dinas Tenaga Kerja kabupaten dan kota harus membuat layanan aduan bagi seluruh perusahaan di Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Juga:   Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Jabar, Bey Machmudin Ingatkan Prokes dan Vaksinasi

KDM menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan investasi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha terhadap Jawa Barat. Dengan langkah-langkah konkret seperti percepatan perizinan, peningkatan infrastruktur, dan sistem pengaduan respons cepat, Jabar berupaya menjadi daerah paling bersahabat bagi investasi di Indonesia.

“Ke depan, kami ingin Jabar tak hanya jadi tempat terbaik untuk menanam modal, tapi juga tempat yang paling menenangkan untuk berinvestasi,” pungkasnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *