Berita

Bupati Syakur Soroti Ledakan Kasus Cerai di Garut: Sudah 6.000 Pasangan Berpisah, Ini Tak Ideal

×

Bupati Syakur Soroti Ledakan Kasus Cerai di Garut: Sudah 6.000 Pasangan Berpisah, Ini Tak Ideal

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

GOSIPGARUT.ID — Angka perceraian di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan. Bupati Abdusy Syakur Amin mengaku prihatin dengan lonjakan kasus perceraian yang mencapai 6.000 gugatan hingga September 2025.

Dalam pertemuannya bersama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas se-Kabupaten Garut di Ruang Rapat Pamengkang, Selasa (7/10/2025), Syakur menyebut fenomena ini sebagai “persoalan pelik yang tak bisa dianggap remeh.”

Syakur menilai maraknya perceraian bukan sekadar persoalan rumah tangga, melainkan potret kompleksitas masalah sosial yang mengakar di masyarakat Garut. Menurutnya, tingginya angka perceraian bisa menjadi indikator lemahnya komunikasi, tekanan ekonomi, hingga pergeseran nilai-nilai sosial.

Baca Juga:   BRI Finance Sambut Positif Kebijakan DP Ringan untuk Dorong Pembiayaan

“Masalah Garut ini sudah ‘membatu’. Tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah saja. Kita butuh komunikasi dan kolaborasi dari semua pihak,” tegasnya.

Di hadapan para pemimpin mahasiswa, Syakur mengajak generasi muda ikut terlibat dalam mencari solusi. Ia meyakini mahasiswa memiliki idealisme, kecanggihan berpikir, dan tanggung jawab moral sebagai calon pemimpin masa depan.

“Anak muda harus berani memberi perspektif baru. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh gagasan dan energi segar dari kalian semua,” katanya.

Baca Juga:   Sampah dan Jaringan Kabel Sumbat Drainase Jalanan di Garut

Fenomena ‘Ledakan Cerai’ di Garut

Data yang disebutkan Bupati Syakur mencerminkan tren yang mengkhawatirkan. Dengan 6.000 kasus hingga September, rata-rata ada lebih dari 20 pasangan bercerai setiap hari di Garut sepanjang 2025.

Fenomena ini menempatkan Garut sebagai salah satu daerah dengan tingkat perceraian tertinggi di Jawa Barat. Kondisi ini sekaligus menjadi alarm sosial bahwa ketahanan keluarga di wilayah tersebut tengah menghadapi ujian serius.

Baca Juga:   Alasan Bupati Garut Soal Gagalnya Pelantikan Kepala Puskesmas, Dikritik PPNI

Syakur menegaskan, langkah strategis untuk mengatasi persoalan sosial seperti perceraian harus dilakukan lintas sektor — dari pemerintah, kampus, hingga masyarakat.

“Kalau dibiarkan, ini akan jadi lingkaran masalah. Perceraian bukan sekadar urusan dua orang, tapi berimbas ke anak-anak, ekonomi, dan masa depan Garut,” tutupnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *