GOSIPGARUT.ID — Aksi cepat dan tanggap dilakukan jajaran Polsek Pakenjeng Polres Garut saat mengevakuasi seorang warga yang diduga terlibat kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor, di Kampung Babakanrahayu, Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Minggu (5/10/2025) malam.
Kepanikan warga bermula dari isu yang beredar di media sosial, menyebut salah satu warga setempat sebagai pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Kabar tersebut cepat menyebar dan memicu kemarahan massa, bahkan warga dari luar desa turut berdatangan dan mengepung rumah terduga pelaku.
Mendapat laporan dari masyarakat, anggota Polsek Pakenjeng yang tengah melakukan patroli malam segera bergerak menuju lokasi kejadian. Dengan koordinasi bersama Kepala Desa Karangsari, petugas berupaya menenangkan massa yang mulai tak terkendali.
Sekitar pukul 00.00 WIB, aparat akhirnya berhasil mengevakuasi terduga pelaku ke tempat aman sebelum terjadi tindakan anarkis.
Terduga pelaku diketahui berinisial Y (24), seorang buruh asal Desa Karangsari. Sementara korban, Rizky (44), warga Kecamatan Tarogong Kidul, sebelumnya telah melaporkan kasus dugaan penggelapan sepeda motor ke Polsek Cilawu.
Kapolsek Pakenjeng, Iptu H. Muslih Hidayat mengatakan bahwa langkah cepat petugas merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi aksi main hakim sendiri.
“Kami langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi. Evakuasi dilakukan agar tidak terjadi tindakan anarkis. Baik korban maupun terduga pelaku kini sudah kami serahkan ke Polres Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Muslih dalam keterangannya, Senin (6/10/2025).
Berkat tindakan cepat, terukur, dan humanis dari personel Polsek Pakenjeng, situasi yang sempat tegang akhirnya dapat dikendalikan. Massa pun perlahan membubarkan diri setelah diyakinkan bahwa kasus tersebut akan ditangani secara hukum.
“Kami imbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu di media sosial sebelum ada kepastian hukum. Serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” tambah Kapolsek.
Dengan respons cepat ini, Polsek Pakenjeng kembali menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah selatan Garut, di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi memicu konflik sosial. ***



.png)











