Berita

Ketua Fagar Sayangkan Pengunduran Diri CPNS yang Lulus di Garut: Ke Depan Perlu Afirmasi Khusus

×

Ketua Fagar Sayangkan Pengunduran Diri CPNS yang Lulus di Garut: Ke Depan Perlu Afirmasi Khusus

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Forum Alinasi Guru dan Karyawan (Fagar) Kabupaten Garut, Ma'mol Abdul Faqih (kanan), bersama Wakil Bupati Garut Putri Karlina.

GOSIPGARUT.ID — Ketua Umum Forum Alinasi Guru dan Karyawan (Fagar) Kabupaten Garut, Ma’mol Abdul Faqih, menyayangkan pengunduran diri seorang Calon Pagawai Negeri Sipil (CPNS) di Garut yang sudah lulus malah tidak melanjutkan menjadi PNS. Untuk menghindari agar kasus serupa tidak terulang, ia menegaskan ke depan harus ada afirmasi khusus dalam rekrutmen CPNS.

Afirmasi khusus adalah kebijakan pemerintah yang memberikan perlakuan khusus kepada kelompok tertentu dalam seleksi CPNS, bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih besar bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan di instansi pemerintah. Kebijakan ini biasanya diberikan kepada tenaga honorer yang telah lama mengabdi, penyandang disabilitas, dan putra-putri dari daerah tertinggal.

Ma’mol menyampaikan, banyak tenaga honorer yang menginginkan posisi PNS. Tapi ironis, ternyata ada salah seorang yang sudah lulus CPNS malah mengundurkan diri. “Tentu ini saya sayangkan sekali. Ke depan mestinya mungkin perlu adanya afirmasi khusus untuk orang setempat, masyarakat setempat di situ. Seharusnya ada afirmasi khusus sehingga tidak terjadi hal demikian,” ujarnya, Senin (28/4/2025).

Baca Juga:   LindungiHutan Gelar Webinar Pembiayaan Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan

Ma’mol melihat orang yang mengundurkan diri dari CPNS itu karena sudah tahu kemampuan manajerial dan profesional di Bandung tapi melamar di Garut, sehingga ketika ditempatkan di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, menjadi beban baginya. Seharusnya untuk ke depan proses seleksi itu harus ada semacam afirmasi khusus untuk warga sekitar.

Selain itu, kata dia, alasan pengunduran diri tersebut biasanya dikarenakan penempatan dengan domisili tinggal sangat jauh, jadi memilih untuk tidak melanjutkan.

Baca Juga:   Penderita Thalasemia Bisa Minta Pendonor Darah ke Polres Garut

“Karena banyak ini, karena ada yang sudah menikah, sudah punya anak, tapi dia ditempatkan yang sangat jauh, sehingga dia memilih untuk tidak melanjutkan status dia sebagai PNS,” ucap Ma’mol.

Menurut dia, banyaknya kasus pengunduran diri itu harus menjadi bahan evaluasi untuk kedepan agar tidak terulang kembali. Mungkin juga dikarenakan hitung-hitungan gaji yang tidak sesuai dengan biaya hidup dan transportasi sangat tinggi.

Baca Juga:   Tiga Permintaan Kekasih yang Bikin Pria Garut Bersumpah dan Injak Kitab

“Bagi yang mengundurkan diri, mungkin mereka hitung-hitungan dengan gaji sekitar tiga jutaan lah, tiga juta lima ratus sampai tiga juta delapan ratus. Sementara untuk biaya hidup dan biaya transportasi itu sangat tinggi,” katanya.

Ma’mol berpesan kepada para PNS yang sudah dilantik agar terus meningkatkan kapasitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *