Berita

Dua Kasus Pencabulan Muncul Mencoreng Garut, Wakil Bupati Putri Karlina Mengaku Sedih

×

Dua Kasus Pencabulan Muncul Mencoreng Garut, Wakil Bupati Putri Karlina Mengaku Sedih

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

GOSIPGARUT.ID — Dua kasus pencabulan muncul di Kabupaten Garut akhir-akhir ini. Kasus yang mencoreng nama baik Garut itu adalah dilakukan oleh ayah kandung dan uwaknya yang menimpa seorang anak berusia 5 tahun. Kemudian, pencabulan yang dilakukan oknum dokter kandungan terhadap pasiennya yang tengah hamil.

Wakil Bupati Garut Putri Karlina mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kasus kekerasan terbaru terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Garut. Ia mengaku sedih dengan kejadian yang mencoreng Garut tersebut.

“Baru dua malam lalu muncul kasus baru yang sangat menyedihkan dan mencoreng nama baik Kabupaten Garut,” ujarnya, dalam Rapat Koordinasi (rakor), Advokasi, dan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak merespons cepat terhadap urgensi penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Garut, Rabu (16/4/2025).

Baca Juga:   Blockchain Resmi Jadi Teknologi Strategis di Indonesia, Apa Dampaknya?

Putri Karlina juga menyoroti respons masyarakat di media sosial, yang menurutnya menjadi indikator menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan aparat hukum dalam menangani laporan kekerasan.

“Maka dari itu, ini menjadi cambuk bagi pemerintah dan segala instansi penegak hukum bahwa mari kita rebut kembali kepercayaan masyarakat untuk melapor. Jadi jangan sampai sekarang laporan ke selebgram, laporan ke influencer. Nah sebenarnya yang punya peran untuk menampung segala laporan itu adalah pemerintah dan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Putri berharap rapat koordinasi ini mampu menghasilkan langkah konkret dalam meredam kasus-kasus kekerasan, khususnya pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga:   Garut–Jepang Jalin Kerjasama Internasional, Warga Berpeluang Bekerja sebagai Perawat di Higashikawa

“Rapat koordinasi hari ini, saya berharap dapat merumuskan sebuah solusi atau langkah konkret untuk meredam adanya kasus-kasus pelecehan seksual, kasus-kasus melecehkan wanita,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menyampaikan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, perempuan dan anak masih menjadi kelompok rentan yang kerap mengalami kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan tidak adil, baik di lingkungan domestik maupun publik,” kata Yayan.

Ia menambahkan, sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk besar di Jawa Barat, Garut menghadapi tantangan serius terkait maraknya kasus kekerasan, pernikahan usia dini, dan terbatasnya akses terhadap layanan perlindungan.

Baca Juga:   Pencuri Mobil Mantan Kapolda Jabar Pernah Terlibat Kasus Pencabulan Sesama Jenis

“Menghadapi tantangan serupa, kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, serta keterbatasan akses terhadap layanan perlindungan masih menjadi isu yang memerlukan perhatian dan penanganan yang serius,” ujar Yayan.

Rapat koordinasi ini, lanjut dia, bertujuan membangun kesepahaman lintas sektor, menyusun strategi bersama, dan meningkatkan efektivitas layanan perlindungan perempuan dan anak di Garut.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong kebijakan daerah yang berpihak pada hak-hak perempuan dan anak serta memperkuat jejaring perlindungan yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Nindi N)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *