Berita

Ketua Parmusi Garut Heran Ada Perusahaan Telekomunikasi Operasikan Tower Seluler Tanpa Izin

×

Ketua Parmusi Garut Heran Ada Perusahaan Telekomunikasi Operasikan Tower Seluler Tanpa Izin

Sebarkan artikel ini
Penjabat (Pj) Bupati Barnas Adjidin, bersama Kasatpol PP Kabupaten Garut Usep Basuki Eko, saat penyegelan tower seluler tanpa izin, Sabtu (22/6/2024).

GOSIPGARUT.ID — Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kabupaten Garut, Dedi Kurniawan, mengaku heran dengan munculnya kabar bahwa ada perusahaan telekomunikasi mengoperasikan tower seluler di Garut Selatan tanpa izin. Tower yang jumlahnya mencapai 11 itu, belum lama ini disegel oleh Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin, untuk tidak melanjutkan operasinya.

“Bagi saya ini sangat ironis terjadi. Apalagi kalau mendengar keterangan dari Penjabat Bupati dan Kasatpol PP Garut bahwa penyegelan itu adalah langkah terakhir dari standard operating procedure (SOP) yang dijalankan. Yaitu sudah dilakukan peringatan kesatu, kedua, dan ketiga, namun tetap tidak ada respon sehingga dilakukan penyegelan,” ujar Dedi, Senin (24/6/2024).

Menurut dia, perusahaan telekomunikasi yang membangun 11 tower itu adalah perusahaan besar bahkan ada badan usaha milik negara (BUMN). Namun anehnya perusahaan tersebut melakukan kegiatan usaha illegal (tanpa izin). Coba bayangkan, di Kabupaten Garut saja ada 11 tower, kalau se-Indonesia bisa ribuan tower.

Baca Juga:   Polisi Selidiki Kasus Pembacokan Pengendara Motor di Garut

“Saya tidak bisa membayangkan kalau praktek illegal ini merata di seluruh Indonesia,” tandas Dedi.

Ia menuturkan, bahwa pihaknya dan sebagian besar warga Garut sangat mendukung terhadap ketegasan dan keberanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dalam menetibkan usaha-usaha liar tersebut.

Namun Dedi juga merasa khawatir dengan penyegelan itu karena bisa berdampak terhadap kualitas jaringan seluler di wilayah yang towernya disegel. Sementara ketergantungan masyarakat sekitar terhadap kebutuhan informasi dan komunikasi melalui perangkat seluler sangatlah tinggi.

Baca Juga:   Puluhan Anak di Garut Diduga Direkrut Masuk Negara Islam Indonesia¬†
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *