GOSIPGARUT.ID — Yayasan Semak (Sekretariat Masyarakat dan Anak) meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) sebagai Mitra Pendukung Pendidikan Layanan Khusus (PLK), dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025, di Jakarta, Senin (26/5/2025) lalu.
Penghargaan tersebut diberikan kepada mitra strategis yang dinilai berkontribusi signifikan dalam mendukung pendidikan bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), masyarakat adat, serta kelompok rentan lainnya. Yayasan Semak diapresiasi karena konsistensinya mendorong partisipasi masyarakat melalui pendekatan inklusif, kontekstual, dan berbasis komunitas.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh komunitas dampingan dan para relawan yang setiap hari bekerja di lapangan untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas pendidikan bermutu,” ujar Direktur Yayasan Semak, Rina Nurhayati, Rabu (28/5/2025), dalam keterangan tertulisnya.
“Kami percaya pendidikan yang adil dan merata hanya bisa tercapai bila semua pihak ikut bergerak – inilah makna partisipasi semesta,” tambah RIna.
Selama lebih dari dua dekade, Yayasan Semak telah hadir di enam daerah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur. Lembaga ini fokus pada penyediaan akses pendidikan untuk anak-anak marginal dan kelompok minoritas, melalui program pendidikan alternatif, pelatihan guru lokal, hingga penguatan kapasitas kelembagaan komunitas.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan penghargaan ini adalah bentuk pengakuan sekaligus ajakan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Yayasan Semak adalah contoh bagaimana kerja komunitas dan lembaga masyarakat sipil bisa memperkuat sistem pendidikan nasional, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan maksimal,” ujarnya.
Yayasan Semak saat ini tengah mengembangkan program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) di tingkat desa di Kabupaten Garut dan Cianjur. Di samping itu, mereka juga menggandeng Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama untuk menjalankan program serupa di lebih dari 400 SMP di Kabupaten Garut.
Dengan komitmen untuk terus memperluas akses pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman, Yayasan Semak bertekad melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah, komunitas lokal, dan berbagai pemangku kepentingan demi mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan adaptif. (ITS)



.png)





