GOSIPGARUT.ID — Ratusan warga di Desa Sukakarya, protes terhadap pengusaha galian C Pasirlangir, Blok Kamancingan, Desa Sukakarya, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (13/12/2023) siang.
Protes warga tersebut dilakukan lewat aksi unjuk rasa di lokasi galian. Mereka menuntut agar aktivitas galian yang diketahui dilakukan CV. Karyajaya Sukses Makmur (KSM) bisa dihentikan lantaran berdampak pada aktivitas warga, terlebih para petani yang melakukan aktivitas pertanian di dekat lokasi galian.
Meski protes warga tersebut sebelumnya sudah ada pertemuan. Namun ternyata hingga saat ini belum membuahkan hasil hingga kembali melakukan aksi protes.
“ Aksi yang saat ini dilakukan warga sebetulnya atas dasar keresahan, akibat adanya aktivitas galian yang dianggap berdampak terhadap lingkungan. Bahkan bukan hanya mengancam lahan pertanian akan tetapi akibat aktivitas galian tersebut Desa Sukakarya terancam bencana,” ujar Fathan salah seorang warga Kampung Babakan Wetan, Desa Sukakarya kepada wartawan di lokasi.
Ia menambahkan, sebelum adanya aktivitas galian tersebut tidak ada koordinasi atau sosialisasi dengan warga yang jelas-jelas sangat terdampak. Bahkan persoalan dokumen kelengkapan izin galian C di Pasirangir pun dipertanyakan.
“Sudah hampir satu bulan kami bersama masyarakat menunggu untuk berkomunikasi dengan baik dengan pihak perusahaan, namun sampai waktu yang dijanjikan pada tanggal 5 kemarin itu tidak ada, sampai hari ini,” lanjut Fathan.
Keabsahan legal formil perusahaan galian inipun dipertanyakan. Apakah keabsahannya ada atau tidak? Karena menurut UU Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan, perusahaan harus mendapatkan izin dari masyarakat setempat sebelum melakukan aktivitas galian. “Nah sedangkan masyarakat merasa belum pernah dimintakan izin,” ungkapnya.
Bahkan, tambah Fathan, dampak dari aktivitas galian pasir yang saat ini dilakukan oleh pengusaha untuk meraup keuntungan dirasa sangat terasa. “Desa kami yang tadinya kaya akan mata air, sekarang menjadi desa air mata,” tandasnya.
Sementara aksi protes ratusan warga terhadap aktivitas galian C yang saat ini dilakukan, difasilitasi pemerintah Desa Sukakarya. Kepala Desa Iwan Jely mengamini dasar keluhan warga masyarakat di wilayahnya.
“Tuntutan warga sudah jelas, minta agar galian C ini ditutup. Alasannya tidak ada konfirmasi terlebih dahulu. Bahkan warga merasa aktivitas galian pasir yang saat ini dipersoalkan sangat berdampak sehingga meminta agar aktivitas galian ditutup, sebelum ada musyawarah dengan warga,” ungkapnya.
Iwan menyampaikan, warga yang saat ini melakukan aksi damai, merasa trauma lantaran sebelumnya pada saat pembebasan lahan untuk jalan Bypass dulu, warga pernah terancam musibah banjir.
“Warga Sukakarya ini sudah trauma, sewaktu ada proyek jalan baru, By Pass. Waktu itu, Kampung Burungngayun yang ada di Desa Sukakarya dengan warga Kampung Corenda yang ada di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, pernah dilanda banjir. Pada saat dilanda musibah banjir tersebut, tidak ada bantuan dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Iwan mengatakan, dampak adanya aktivitas galian C di Pasirlangir, Blok Kamancingan tersebut bukan hanya dirasakan warga Desa Sukakarya, akan tetapi empat desa dari tiga kecamatan bakal merasakan dampak akibat aktivitas galian itu.
“4 desa 3 kecamatan terkena dampak, di antaranya Desa Sukakarya Banyuresmi; Desa Margaluyu, Kecamatan Leles; kemudian Margacinta Kecamatan Leuwigoong; termasuk Rancahayam Kaler, Desa Sukarame, Kecamatan Leles,” ucapnya.
Iwan melanjutkan, seumpamanya keluhan warga yang saat ini melakukan protes terhadap pengusaha galian tidak diindahkan, warga mengancam agar aktivitas galian dihentikan terlebih dahulu sebelum ada mediasi dengan warga di desanya.
“Tadi kita dengar tuntutan warga, kalau tidak ada mediasi antara pengusaha dengan warga, mereka mengancam agar aktivitas galian ditutup untuk sementara waktu,” tandasnya
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi ujuk rasa yang dilakukan ratusan warga di Desa Sukakarya, Kecamatan Banyuresmi terhadap pengusaha galian di Pasirlangir mendapat pendampingan ketat dari aparat Polres Garut.
Terpantau, Kasat Samapta Polres Garut Iptu Masrokan memimpin kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa nampaknya berjalan damai, aman, dan lancar itu. (Yuyus)



.png)





