Jawa Barat

Ridwan Kamil Sinyalir 7 Warga Garut Meninggal Dunia karena Difteri Disebabkan Tidak Divaksin

×

Ridwan Kamil Sinyalir 7 Warga Garut Meninggal Dunia karena Difteri Disebabkan Tidak Divaksin

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers terkait kasus difteri. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mensinyalir, tujuh orang yang meninggal dunia di Kabupaten Garut sampai ditetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB), akibat penyakit difteri disebabkan tidak melakukan vaksinasi.

Padahal kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil, pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis atau batuk rejan dan tetanus) pada anak sangat penting, makanya imunisasinya diberikan sebanyak empat kali secara beruntun. Mulai pada bayi usia 2, 3, 4 dan 18 bulan untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut.

“Difteri, sudah saya mintakan (data). Hasil penelusurannya adalah beberapa yang meninggal itu tidak divaksin di usia seharusnya. Diteliti lagi, ada faktor tokoh lokal katanya yang mengeluarkan fatwa melarang vaksin,” ujar Kang Emil di Gedung Sate, Jumat (24/2/2023).

Baca Juga:   1 Caleg dan 2 Petugas KPPS di Tasikmalaya Meninggal Dunia Usai Pemilu

Dia pun meminta kepada masyarakat, untuk percaya kepada pemerintah. Baik terhadap anjuran vaksinasi, atau apapun guna mencegah agar kejadian serupa tidak lagi terulang di kemudian hari. Mengingat sejauh ini, kadang masih sering terjadi pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintah oleh masyarakat, dengan berbagai argumentasi khususnya terkait kesehatan.

“Inilah contoh, bahwa kalau sudah urusan kesehatan. Percayalah pada pemerintah, karena pemerintah melakukan hal itu untuk melindungi nyawa warganya. Ini jadi catatan kita, cek lagi zona mana yang belum melakukan vaksin khusus di usia balita,” tandasnya. (IK)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *