Berita

Terkena Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Garut Selatan Dilaporkan Puso

×

Terkena Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Garut Selatan Dilaporkan Puso

Sebarkan artikel ini
Kondisi areal sawah yang rusak diterjang banjir bandang di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Sabtu (21/1/2023). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Banjir luapan air sungai yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Garut bagian selatan dilaporkan berdampak terhadap puluhan hektare sawah. Akibat banjir tersebut, padi di sejumlah sawah puso.

Menurut Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Garut dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Ahmad Firdaus, banjir luapan air sungai pada Jumat (20/1/2023) berdampak terhadap area persawahan di tiga kecamatan.

Di Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, misalnya Ahmad mengatakan, ada 30 hektare sawah padi yang terdampak banjir, di mana sekitar 16 hektarenya puso. Sementara di Desa Jayabaya, Kecamatan Mekarmukti, dilaporkan 28 hektare sawah terdampak banjir, di mana 21 hektarenya puso.

Baca Juga:   Update XRP vs SEC: Kemenangan Ripple dan Dampaknya bagi Investor Kripto

Adapun di wilayah Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang, dilaporkan ada 18 hektare sawah yang terdampak banjir. Akibatnya, 15 hektare sawah puso. “Total tiga desa, tiga kecamatan, terkena (banjir) 76 hektare, puso 52 hektare,” kata Ahmad, Senin (23/1/2023).

Ia menambahkan, jajaran Dinas Pertanian Garut sudah meninjau lahan pertanian yang terdampak banjir dan mengecek kerusakan tanaman, serta saluran irigasinya. Menurut Ahmad, kerugian akibat banjir ini diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.

Baca Juga:   Harga Daging Ayam di Garut Naik Gegara Ada Pencairan Bansos?

Ia mengatakan, bagi petani yang tanaman padinya rusak dan puso, tetapi sawahnya belum terdaftar program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), akan mendapatkan bantuan benih dari Dinas Pertanian Garut. Diharapkan bantuan benih ini dapat membantu petani agar bisa kembali beraktivitas menanam.

Sementara bagi petani terdampak banjir yang sawahnya sudah terdaftar AUTP, bisa mengajukan klaim untuk ganti rugi. Ihwal luas sawah yang sudah terdaftar asuransi, Ahmad mengatakan, masih dilakukan pendataan.

Menurut dia, nantinya petani akan mendapatkan penggantian uang Rp6 juta per hektare. “Sebagian petani yang sudah terdaftar di polis AUTP bisa mengeklaim AUTP ke PT Jasindo,” kata Ahmad.

Baca Juga:   Gubernur Jawa Barat Terjunkan Relawan untuk Bantu Penanganan Dampak Banjir di Garut

Ia menuturkan, petani yang masuk program AUTP itu dibantu pemerintah. Pendaftaran asuransi ini mengantisipasi risiko kerugian apabila sawah dilanda masalah, seperti terkena bencana.

“Untuk AUTP yang berjalan ini merupakan bantuan dari Dinas Pertanian juga. Dinas Pertanian yang membayarkan preminya dari kegiatan di Dinas Pertanian, sehingga petani tidak membayar premi,” ujar Ahmad. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *