Berita

Gagal Diberangkatkan Umroh, Sepasang Suami Istri di Garut Minta Uang Kembali

×

Gagal Diberangkatkan Umroh, Sepasang Suami Istri di Garut Minta Uang Kembali

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Jamaah umroh.

GOSIPGARUT.ID — Kasus jamaah gagal berangkat oleh biro perjalanan umroh kembali terjadi. Kali ini korbannya satu keluarga pasangan suami istri asal Kampung Bangkonol, Desa Sukawening, Kabupaten Garut, tidak diberangkatkan oleh travel Arminareka. Padahal mereka mengklaim sudah menyetorkan uang sebesar Rp12,5  juta kepada travel PT Arminareka Perdana melalui perwakilannya pada tahun 2017.

Karena hingga saat ini tidak ada kabar dari pihak PT Arminareka, keluarga tersebut minta uang dikembalikan lantaran akan digunakan sebagai keperluan sehari-hari. Melalui video pengakuannya, E Juleha berharap  PT Arminareka Perdana mengembalikan uang yang telah disetorkan ke rekening PT Arminareka Perdana melalui seseorang bernama Euis.

Juleha juga mengaku sudah berangkat umroh dengan menggunakan travel lain. “Karena tidak ada kabar saya minta uang dikembalikan saja. Saya juga sudah berangkatkan umroh dengan travel lain,” ujarnya, sebagaimana dilansir Ihram.co.id.

Baca Juga:   Perbaikan Jalan di Jalur Mudik Garut Rampung Seminggu Jelang Lebaran

Julaeha menuturkan bahwa dirinya mendapat informasi tentang PT Arminareka Perdana sebagai biro jasa umroh dari rekan pengajiannya. Ia mengingat pada saat itu tahun 2017 orang yang mengaku dari PT Arminareka menyampaikan tentang PT Arminareka Perdana sebagai biro perjalanan umroh. “Tahunya dari teman satu pengajian,” kata Julaeha.

Ia memperkirakan uang yang sudah disetor untuk umroh kepada PT Arminareka Perdana sebesar Rp12,5 juta. Uang itu ia setorkan untuk atas nama Aan yang merupakan suaminya, namun PT Arminareka hanya memberikan kwintasi dua kali saja dan masing-masing kwitansinya sebesar Rp3,5 juta.

Baca Juga:   Kondisi Dua Pasien Positif Corona di Garut Membaik, Pemkab Tunggu Hasil Tes

“Padahal saya sudah melakukan pembayaran lebih dua kali totalnya Rp12,5 juta,” terang Julaeha.

Ia mengaku, telah meminta bukti pembayaran kepada perwakilan PT Arminareka Perdana yang ada di daerah Garut. Namun, beberapa kali diminta pihak Arminareka tidak memberikannya.

“Jawabannya nanti-nanti aja. Kalau bisa saya ingin uang kembali untuk keperluan sehari-hari,” tutur Julaeha.

Baca Juga:   442 Desa/Kelurahan di Garut Siap Operasikan Koperasi Merah Putih, Berikut Sejumlah Unit Usahanya

Dihubungi terpisah pemilik travel PT Arminareka Ustaz Richan Mudzakar membantah telah menerima pembayaran dari jamaah atas nama Julaeha sebesar Rp12,5 juta. Menurutnya admin PT Arminareka sudah mengecek jamaah baru melakukan pembayaran sebesar Rp7 juta.

Pada tanggal 1 Oktber 2022 Richan berjanji akan segera menghubungi jamaah untuk meluruskan persoalan ini. Namun sampai sekarang pihak keluarga mengaku belum dihubungi oleh pihak Arminareka. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *