oleh

Gumuk Pasir Tungtung Karang, Kerap dijuluki “Sahara Van Garut”

GOSIPGARUT.ID — Bagi turis yang sudah pernah ke Gumuk Pasir Parangkusumo di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, jangan lupa menyambangi pula Kabupaten Garut, karena ada pemandangan serupa tepatnya di Gumuk Pasir Tungtung Karang.

Sama seperti gumuk pasir di Gumuk Pasir Parangkusumo, Gumuk Pasir Tungtung Karang juga berada di tepi pantai, tepatnya Pantai Sayangheulang.

Kerap dijuluki “Sahara Van Garut”, bukit pasir ini terletak di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Baca Juga:   Untuk Benahi Wisata Pantai Santolo, Pemkab Garut Usulkan Anggaran Rp20 Miliar

Jika langit sedang cerah dan kamera berhasil mengambil angle sempurna, panorama Gumuk Pasir Tungtung Karang rasanya tak jauh berbeda dengan Gumuk Pasir Parangkusumo.

Sebelum pandemi virus Corona melanda, kawasan ini ramai didatangi sejak siang sampai sore hari. Terutama saat senja, sinar matahari berwarna oranye bakal menambah eksotis pemandangannya.

Kalau ingin foto atau video lebih hakiki, sebaiknya datang lebih pagi, sehingga belum ada jejak kaki manusia di atas pasirnya.

Baca Juga:   Situ Bagendit Akan Disulap Jadi Objek Wisata Kelas Dunia, Prosesnya Sedang Berjalan

Saat ini belum ada fasilitas dan layanan wisata di Gumuk Pasir Tungtung Karang. Tapi diharapkan turis bisa menjaga kelestarian objek wisata alam itu, seperti tak membuang sampah sembarang.

Selain berfoto di Gumuk Pasir Tungtung Karang, wisatawan juga bisa melangkah ke objek wisata di sekitarnya, seperti Bukit Teletubies Sayang Heulang dan Pantai Santolo.

Baca Juga:   Talangseng, Saluran Irigasi di Garut Kini Dijadikan Tempat Wisata Asri dan Terintegrasi

Bukit Teletubies Sayang Heulang bisa dijadikan area berkemah karena suasananya yang lebih teduh dan lokasinya yang lebih aman ketimbang di pantai.

Dari ketinggian bukit ini, turis bisa menikmati pemandangan Kabupaten Garut dari ketinggian.

Untuk wisata kuliner, tentu saja sajian seafood di Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo jangan sampai dilewatkan, karena bahan makanannya sudah pasti segar dari hasil tangkapan nelayan tradisional. ***

Komentar

Berita Terkait