GOSIPGARUT.ID — Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, sungguh memiliki potensi wisata yang relatif lengkap. Hanya saja potensi wisata tersebut belum tergali dan tereksplorasi.
Potensi wisata itu, mulai dari wisata ziarah di Gunung Keramat Somaning dengan keunikan gua yang dihuni ular besarnya, wisata air sungai Cibaluk (Papalidan), flying fox, jalur pelacakan, potensi wisata alam berupa pegunungan dan perbukitan yang menyuguhkan hamparan bumi di atas awan, pantai Peledakan di blok Peledakan, serta potensi agro pertanian.
Dituturkan Kepala Desa Sagara, Alit Saripudin, Rabu (28/9/2021) luas lahan yang bisa dikembangkan menjadi objek wisata mencapai 100 hektare dan letaknya sangat strategis karena berada satu hamparan sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung.
Akses menuju lokasi wisata pun sangat strategis karena berada di jalur Lintas Selatan Jawa Barat yang menghubungkan Kabupaten Garut dengan Kabupaten Tasikmalaya.
“Potensi wisata yang ada sangat kompleks kita memiliki. Lahan sekitar 100 hektare yang bisa dikembangkan menjadi wisata alam, wisata pantai, dan wisata agro pertanian. Hanya kami kesulitan dalam hal pendanaan dan site plan untuk mengembangkan potensi tersebut,” ujar dia.
Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Alit berharap pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten memberikan perhatian serius sehingga pihaknya bisa mengembangkan potensi ini dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ia mengungkapkan, objek wisata pantai di blok Peledakan memiliki keistimewaan karena ada tiga kolam air tawar yang berada di pinggir pantai. Kolam tersebut bisa ditata sedemikian rupa menjadi objek wisata yang memiliki panorama pantai sangat luas dan bersih.
“Jalan menuju pantai di blok Peledakan kurang dari satu kilometer dari jalur Lintas Selatan sehingga mudah dilalui oleh wisatawan dan berada satu hamparan dengan pantai Cijeruk Indah. Rencananya di lokasi tersebut juga akan dibangun agro pertanian. Keindahan pantainya tidak kalah dari pantai Pangandaran, hanya di sini masih tersembunyi dan belum tereksplore,” jelas Alit.
Ia juga berharap, semua potensi wisata tersebut bisa dibangun dengan melibatkan seluruh masyarakat setempat.
“Kami belum membuka peluang bagi para investor luar, karena kami ingin semaksimal mungkin memberdayakan seluruh masyarakat, baik untuk kegiatan UMKM (kuliner/makanan khas) maupun kegiatan pengembangan potensi penunjang pariwisata (home stay),” pungkasnya. (Respati)



.png)











