oleh

Sepasang Elang Ular Dilepasliarkan di Kawasan Hutan Darajat Garut

GOSIPGARUT.ID — Sepasang elang ular bido surmi dan miu, yang telah menjalani rehabilitasi selama kurang lebih dua tahun di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Kamis (09/09/2021), akhirnya bisa kembali ke alam liar setelah dilepasliarkan di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Blok Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut.

Pelepasliaran dua ekor elang tersebut, menjadi bagian dari program Pelepasliaran Satwa Serentak Nasional tahun 2021 yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan program KLHK “Living In Harmony With Nature” melestarikan satwa liar nasional.

Kepala Bidang Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ciamis, Andi Witria Rudianto, usai acara pelepasliaran kepada wartawan menyampaikan, dua elang yang dilepaskan adalah serahan warga kepada BKSDA Wilayah III Ciamis yang kemudian diserahkan ke Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) pada tahun 2019 lalu.

Baca Juga:   Dalam 10 Hari, di Garut Ditemukan Tiga Bayi yang Dibuang

Setelah menjalani rehabilitasi di PKEK, jelas dia, kedua elang itu dipandang layak untuk dilepasliarkan kembali ke alam. Pelepasliaran kali ini, menurutnya menjadi bagian dari program pelepasliaran satwa serentak nasional tahun 2021 yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan juga program “Living In Harmony With Nature” melestarikan satwa liar milik negara.

“Program pelepasliarannya dua pasang elang ular bido, tapi dilepaskan secara bertahap. Saat ini sepasang, satu minggu kemudian satu pasang lagi akan dilepasliarkan di tempat yang sama,” kata Andi.

Baca Juga:   Bupati Rudy Gunawan Nyatakan Gempa Garut Tidak Menyebabkan Kerusakan

Di tempat yang sama, General Manager PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Drajat Budi Hartanto kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya berupaya membantu pelestarian lingkungan lewat program Pusat Konservasi Elang Kamojang bekerjasama dengan BBKSDA Jawa Barat dan jaringan peneliti Raptor Indonesia (RAIN).

Ia menuturkan, sejak awal beroperasi tahun 2014 lalu, hingga saat ini sudah ada 291 ekor elang yang sedang dan telah menjalani rehabilitasi. 75 diantaranya, telah berhasil dikembalikan ke alam liar lewat program pelepasliaran, termasuk dua ekor elang ular bido yang saat ini dilepaskan di kawasan hutan Darajat.

“Sampai saat ini ada 291 elang dan 75 ekor di antaranya, telah dilepasliarkan,” kata Drajat.

Baca Juga:   Petugas "Bank Emok" Kembali Berulah, Tagih Paksa Nasabah yang Jalani Isoman

Penanggungjawab program rehabilitasi satwa di Pusat Konservasi Elang Kamojang, drh Fajar Hezah mengungkapkan, semua satwa yang dilepasliarkan oleh PKEK, telah melalui proses rehabilitasi dari mulai pemeriksaan medis, pemeriksaan labolatorium dengan sampel feses dan darah hingga rehabilitasi perilaku.

“Semua juga sudah menjalani vaksinasi AI dan ND sebelum dilepasliarkan,” jelasnya.

Proses rehabilitasi satwa sendiri, menurut Hezah sangat bergantung pada kondisi satwa saat masuk ke PKEK. Jika telah lama dalam peliharaan orang, biasanya proses rehabilitasi bisa lebih lama, terutama untuk rehabilitasi perilaku satwa.

“Kalau yang baru ditangkap dari alam liar, jika kondisi fisiknya bagus, biasanya rehabilitasi perilaku tidak butuh waktu lama,” katanya. (Yuyus)

Komentar