oleh

Sukseskan Program Bebas ODF, Garumukti Awali dengan Bangun Enam MCK

GOSIPGARUT.ID — Deklarasi bebas buang air besar sembarangan (open defecation free/ODF) di Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, ditandai dengan pembongkaran mandi cuci kakus (MCK) umum di kolam milik warga dan pembangunan 6 MCK di 6 RW desa tersebut.

Proses pembongkaran MCK umum dan pembangunan septictank dilaksanakan di Kampung Cilimus, Desa Garumukti, pada Kamis (2/9/2021) itu dihadiri seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pamulihan yakni Camat Roby Awaludin, Kapolsek AKP Saep Balya, Kepala Puskesmas Dokter Nurmin Harate, dan seluruh lintas sektor termasuk ketua RW dan tokoh masyarakat.

Kepala Desa Garumukti, Ede Sukmana, optimis desanya bisa bebas ODF meski harus terkendala beberapa hal. Di antaranya tidak adanya alokasi anggaran Dana Desa tahun 2021 untuk pembangunan MCK, masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak buang air besar sembarangan (BABS), dan banyaknya warga yang tidak mampu membangun MCK karena tidak ada biaya.

Baca Juga:   Sampah Menumpuk di Jalan Cibatu-Cihuni, Bau Busuknya Ganggu Kenyamanan Warga

“Kendala pasti ada, apalagi wilayah Desa Garumukti cukup luas dan berjauhan. Namun dalam rangka mendukung bebas ODF sesuai instruksi pemerintah, kami siap bebas ODF dengan cara melakukan swadaya membangun MCK di 6 RW,” kata dia.

Ede menargetkan bahwa pada bulan November 2021 seluruh masyarakat di Desa Garumukti sudah bebas ODF. Pembangunan MCK di desanya bisa terlaksana selain swadaya masyarakat juga atas bantuan dari Camat, Kapolsek, dan Kepala Puskesmas Pamulihan yang menyumbangkan bahan material pembangunan MCK.

Baca Juga:   167 KPM di Desa Garumukti Pamulihan Nikmati BPNT Perluasan

Camat Pamulihan Roby Awaludin menyambut baik kesepakatan Desa Garumukti untuk bebas ODF bulan November tahun ini.

“Sesuai kesepakatan dalam rapat antara Forkopimcam dan pemerintah desa tanggal 28 Agustus lalu bahwa Desa Garumukti siap bebas ODF, ditandai dengan pembangunan 6 MCK diharapkan pembangunan MCK di Desa Garumukti ini bisa menjadi contoh bagi desa lain di kecamatan Pamulihan untuk membangun MCK yang sesuai standar kesehatan,” ujar dia.

Roby menambahkan, pihaknya merasa yakin bahwa program pemerintah untuk stop BABS dan menekan angka stunting, yang salah satu pemicunya adalah air tidak bersih dan pembuangan tinja yang tidak tertutup, bisa dilaksanakan sesuai yang diharapkan.

Baca Juga:   Pemkab Garut Tertarik Adopsi Perda Kepemudaan Kabupaten Gowa

Ia mengungkapkan, meski ada kendala namun kekompakan seluruh unsur yang ada di Kecamatan Pamulihan baik Kapolsek, Danramil, UPT Puskesmas, dan para kepala desa bisa menjadi pendorong suksesnya program pemerintah menuju bebas ODF.

Kepala Puskesmas Pamulihan, Dokter Nurmin Harate optimis wilayahnya bisa bebas ODF pada bulan November 2021 dengan mengoptimalkan seluruh link sektor.

“Kita optimis pada November 2021 sudah bebas ODF karena sejak tahun lalu kita turun ke tingkat RT/RW melakukan pemicuan dan setiap kegiatan pemicuan selalu ditunjang Forkopimcam, Pak Kades, dan tim program yakni promkes, kesling dan gizi, RT/RW sehingga optimis program bebas ODF bisa dilaksanakan,” katanya. (Respati)

Komentar

Berita Terkait