Berita

Pasokan dari Distributor Minim, Harga Oksigen di Garut Naik

×

Pasokan dari Distributor Minim, Harga Oksigen di Garut Naik

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Tabung oksigen

GOSIPGARUT.ID — Harga oksigen di Kabupaten Garut dilaporkan terjadi kenaikan per tabungnya. Hal tersebut diakibatkan adanya kelangkaan barang karena pasokan dari distributor minim sejak pandemi Covid-19.

“Pada intinya bahwa ketersediaan oksigen hari ini untuk Kabupaten Garut masih dianggap langka,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut Heri Gunawan, Kamis (15/7/2021).

Ia menuturkan, Disperindag Garut mendadapatkan laporan dari masyarakat terkait langkanya tabung oksigen untuk kebutuhan medis maupun bukan medis dan terjadi kenaikan harga sejak terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga:   WIKA Beton Dukung Dekarbonisasi Lintas Sektoral Dalam Aksi Hari Sampah Nasional 2025

Adanya laporan itu, kata Heri, tim dari Disperindag Garut mengecek langsung ke lapangan untuk mengetahui stok oksigen di depot penjualan yakni Depot Sigi dan Tawakal di Kecamatan Karangpawitan, dan Depot Tasman di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul.

Ia mengungkapkan hasil pengecekan di Depot Sigi hanya memiliki 500 tabung dan yang hanya terisi oleh distributor hanya 15 tabung, sisanya kosong. Selanjutnya Depot Tawakal dari 200 tabung yang terisi hanya 15 tabung.

“Di Depot Tasman sedikit ada peningkatan memiliki 800 tabung, mereka permintaan ke Bandung dipasok 100 tabung,” ujar Heri.

Baca Juga:   Jalan Bungbulang -- Cijayana Rusak Parah, di Sepanjang 21 Kilometer Banyak Kubangan Air

Terkait harga jual oksigen untuk tabung 6 kubik, kata dia, terjadi kenaikan dari distributornya pada kisaran Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per tabung, sebelum adanya lonjakan kasus Covid-19 pada kisaran Rp38 ribu sampai Rp40 ribu.

Depot oksigen di Garut, kata Heri, hanya bisa menjual untuk kebutuhan medis seharga Rp120 ribu, sedangkan untuk kebutuhan bukan medis seperti oksigen untuk usaha perikanan harganya lebih mahal dari medis.

“Untuk puskesmas atau klinik menjual Rp120 ribu, lalu ada kegiatan di luar Covid-19, seperti untuk perikanan dihargai lebih dari itu,” katanya.

Baca Juga:   Brigadir DH Diberhentikan dengan Tidak Hormat dari Keanggotaan Polres Garut

Heri menambahkan, kegiatan pengecekan tersebut sekaligus menyampaikan tentang arahan pimpinan tentang penjualan oksigen yang harus diprioritaskan untuk penanganan kesehatan masyarakat di antaranya yang terjangkit wabah Covid-19.

“Bahwasannya oksigen ini diprioritaskan untuk menolong pasien Covid-19, ketersediaan untuk pelayanan pasien yang sesak napas,” kata dia. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *