GOSIPGARUT.ID — Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Bungbulang dengan Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, kini kondisinya rusak parah. Selain aspalnya sudah terkelupas dan licin, di jalan sepanjang 21 kilometer itu juga banyak kubangan air yang bisa mengancam para pengendara terperosok pada kecelakaan.
Sudrajat, salah seorang warga Kecamatan Mekarmukti mengatakan, dengan kondisi jalan tersebut bagi para pengendara sudah barang tentu menimbulkan keluhan. Pasalnya, selain tidak memberikan kenyamanan apabila sedang dilalui, juga memunculkan kekhawatiran jangan-jangan mereka mengalami kecelakaan akibat melewati jalan itu.
“Tetapi kalau tidak menggunakan jalan ini, harus ke mana lagi warga Bungbulang dan Mekarmukti untuk melakukan perjalanan ke kedua daerah tersebut, karena antara Bungbulang dan Mekarmukti tidak ada lagi jalan alternatif. Akhirnya, suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman, jalan satu-satunya itu harus digunakan,” kata Ketua KNPI Kecamatan Mekarmukti tersebut.

Menurut Sudrajat, warga sudah merasa jengkel dengan kondisi jalan Bungbulang — Cijayana itu. Yang menjadi jengkelnya yaitu, meski jalan tersebut sudah banyak memakan korban dengan kerusakannya, tetapi tetap dibiarkan rusak. Tampaknya pemerintah belum tergerak hatinya untuk memperbaiki jalan yang kerap dilewati wisatawan yang menuju ke pantai selatan Garut tersebut.
“Atau memang sengaja menunggu korban lebih banyak lagi, jalan itu baru diperbaiki,” sindir dia. Sudrajat menambahkan, pihak KNPI Mekarmukti sudah sering mengirimkan surat ke Pemkab Garut yang isinya berupa permohonan agar jalan Bungbulang — Cijayana segera diperbaiki.
“Bahkan kami pun pernah mengirimkan surat kepada sejumlah perusahaan yang armadanya sering melewati jalan ini untuk memberikan bantuan berupa perbaikan jalan Bungbulang — Cijayana,” tuturnya. ***



.png)






