GOSIPGARUT.ID — Ratusan santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Garut, Jumat (14/5/2021) mendatangi kantor kepolisian sektor Singajaya Resor Garut. Kedatangan mereka untuk meminta kepolisian menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan rekan mereka sesama santri mengalami luka cukup serius.
Komandan Koramil Singajaya, Kodim 0611 Garut, Kapten CHb Hasanudin mengatakan, peristiwa penganiayaan berawal pada Selasa (11/5/2021) malam. Saat itu, salah seorang Habib dari salah satu pesantren di Garut yang tengah berkendara di Kecamatan Singajaya tiba-tiba dipepet oleh pemuda yang diduga mabuk.
Setelah kejadian itu, pemuda dan Habib menyelesaikan secara kekeluargaan di salah satu bengkel. Namun setelah pulang, salah seorang anak muda melapor ke teman-temannya dan mendatangi bengkel. Bengkel tersebut diacak-acak.
“Santri dan juga pemilik bengkel dianiaya. Ada yang dibacok menggunakan senjata tajam. Total ada tiga korban dalam kejadian itu,” kata Danramil, Jumat (14/5/2021).
Menurut Danramil, para pelaku penganiayaan sempat ditangkap pihak kepolisian. Namun persoalan tersebut disepakati diselesaikan secara kekeluargaan.
“Tadi pagi, pas korban lagi kontrol datang ratusan santri ke Puskesmas. Setelahnya mereka mendatangi Polsek meminta agar proses hukum dilanjutkan dan kasus tersebut tidak diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.
Dua dari tiga korban melakukan pelaporan resmi kepada pihak kepolisian. Pihak kepolisian menangkap satu orang pelaku, didampingi anggota TNI yang bertugas di Koramil Sungajaya.
Ratusan santri yang datang sempat membuntuti petugas yang hendak melakukan penangkapan. Pelaku pun langsung dibawa ke kantor Polsek Singajaya.
Untuk menggindari hal-hal yang tidak diinginkan, aparat TNI mendatangi rumah dua pelaku penganiayaan lainnya dan melakukan komunikasi dengan keluarga. Sehingga bisa mengamankan dua pelaku lainnya tanpa perlawanan.
Kedua pelaku tidak dibawa ke Polsek Singajaya, namun diserahterimakan di wilayah Kecamatan Banjarwangi ke anggota Satreskrim Polres Garut untuk dibawa ke Polres Garut.
“Satu pelaku lainnya masih kita cari bersama Polsek, karena diduga pelaku berjumlah empat orang. Untuk situasi saat ini sudah kondusif, ratusan santri yang tadi sempat mendatangi Polsek sudah membubarkan diri. Untuk selanjutnya kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian,” tutup Danramil. (Mrdk)



.png)




















