oleh

10 Ruang Publik di Jabar Bakal Direvitalisasi Tahun Ini, Salah Satunya di Garut

GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 10 ruang terbuka publik (RTP) di Jawa Barat ditargetkan bakal direvitalisasi pada tahun ini. Revitalisasi RTP ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan warga di ruang publik. Revitalisasi RTP itu rencananya masuk program Pemprov Jabar pada 2021.

Skema dana bisa dalam bentuk bantuan keuangan ke pemerintah daerah untuk RTP milik kabupaten/kota, dan pembangunan langsung oleh pihaknya untuk lahan milik provinsi, atau CSR. Rencana revitalisasi 10 RTP itu di antaranya di Garut, Ciamis, Cirebon, Indramayu, Depok, Bogor, dan Sukabumi. Targetnya, revitalisasi RTP di seluruh kabupaten/kota tuntas pada 2022 mendatang.

Anggarannya tergantung luasan lahan, desain, dan material bangunan yang digunakan. Tapi rata-rata nilainya di bawah Rp15 miliar untuk setiap ruang publik,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Boy Iman Nugraha dalam siaran persnya.

Terkait desain, pihaknya menyerahkan kepada masing masing daerah. Sehingga bentuk RTP diharapkan disesuaikan dengan kearifan lokal. Namun, dia menekankan adanya Kujang, sebagai ciri Jawa Barat.

Baca Juga:   Usung Empat Petahana, PPP Targetkan Menang di Enam Pilkada Jabar

Menurut Boy, hingga saat ini pihaknya sudah merevitalisasi RTP di beberapa kabupaten/kota. Seperti Taman Gasibu dan Monumen Perjuangan di Kota Bandung, alun-alun di Majalengka, Sumedang, Cirebon, Kuningan, dan Pangandaran.

Dengan adanya ruang terbuka hijua yang layak, dia meyakini interaksi sosial masyarakat akan terbangun. Karena bisa untuk rekreasi, atau sebagai ruang berekspresi masyarakat. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga:   Tekan Lonjakan Covid-19, Jabar Usulkan Libur Panjang Akhir Tahun Dipersingkat

Sebab, menurutnya ruang terbuka yang representatif mampu meningkatkan indeks kebahagiaan warga.”Dengan begitu, imun kesehatan warga juga akan meningkat. Dengan kondisi yang sehat, diharapkan kreativitas dan produktivitas warga akan meningkat,” ujar Boy.

Sementara itu, sosiolog dari Universitas Padjajaran (Unpad) Budi Rajab mengatakan, ruang terbuka publik seperti alun-alun sangat dibutuhkan khususnya untuk interaksi dan interelasi masyarakat. Dengan terbangunnya pola tersebut, Budi meyakini akan berdampak terhadap meningkatnya wawasan hingga kreativitas warga.

Baca Juga:   Bupati dan Wabup Garut Ber-Kopdar dengan Gubernur dan Wagub Jabar di Purwakarta

“Asalkan di ruang terbuka itu terbangun suasana ngobrol-ngobrol, diskusi, pergaulan yang positif serta dirawat dengan baik. Jangan hanya dibangun, terus masyarakat dibiarkan begitu saja untuk beraktivitas di sana,” katanya.

Budi menilai selama ini keberadaan RTP semata-mata untuk sarana bermain, tidak diarahkan sebagai tempat edukasi maupun hal-hal positif lainnya. Sehingga ruang terbuka publik banyak diisi pedagang. Oleh karena itu, Budi meminta pemerintah ataupun pengelolaan RTP aktif menggagas kegiatan-kegiatan yang mampu merangsang adanya aktivitas warga. (Sndn)

Komentar

Berita Terkait