oleh

Sosialisasi Gerakan Ayo Masuk Sekolah, Korwil Pendidikan Cisewu Gelar Khitanan Massal

GOSIPGARUT.ID — Menjelang penyelenggaraan belajar tatap muka di Kabupaten Garut yang akan dimulai awal Mei 2021, sosialisasi “Gerakan Ayo Masuk Sekolah” bergema di seluruh pelosok Garut.

Tak terkecuali di Kecamatan Cisewu. Penyelenggaraan sosialisasi “Gerakan Ayo Masuk Sekolah” tersebut digelar dengan melangsungkan bakti sosial berupa khitanan massal untuk keluarga tidak mampu, pada Rabu (7/4/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan berkat kerjasama antara Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, Puskesmas Cisewu, dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, serta sejumlah donatur itu berlangsung di kantor Korwil Pendidikan Jalan Datardilem Cisewu. Sebanyak 30 anak berhasil dikhitan dalam acara tersebut.

Dari pantauan di lokasi kegiatan, sosialisasi “Gerakan Ayo Masuk Sekolah” yang dikemas dengan penyelenggaraan khitanan massal itu mendapat animo cukup besar dari masyarakat Kecamatan Cisewu, sehingga lokasi kegiatan pada Rabu pagi dipenuhi ratusan masyarakat, baik dari keluarga anak yang dikhitan maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan sajian hiburan dalam acara tersebut.

Baca Juga:   PKKMB Uniga Kemarin, 1.736 Mahasiswa Mengikuti Secara Daring dan 18 Luring

Sebuah panggung besar didirikan di halaman Kantor Korwil Pendidikan Cisewu sebelah timur. Di panggung itu, saat khitanan berlangsung, digelar aneka seni dari keluarga besar pendidikan Kecamatan Cisewu. Mulai seni tradisional jaipong, kecapi suling, rampak sekar, mawaris, hingga pembagian penghargaan bagi anak berprestasi.

Di depan dan di samping panggung, berderet puluhan kursi yang diduduki oleh jajaran panitia, tamu undangan, keluarga anak yang dikhitan, serta masyarakat umum. Di deretan yang duduk di depan panggung tampak Kepala Puskesmas Cisewu, dr Fahrul Rozi, Ketua MUI Cisewu, dan yang lainnya.

Ketika Ketua panitia penyelenggara, Agus Rajab, meneriakan yel-yel “Ayo Masuk Sekolah”, maka tepuk tangan hadirin dengan yel-yel yang sama bergemuruh di lokasi kegiatan.

Baca Juga:   Uniga Persiapkan LPH untuk Sertifikasi Halal UMKM di Priangan Timur

Menurut Agus Rajab, jajaran panitia penyelenggara merasa bangga dan bahagia karena penyelenggaraan bakti sosial khitanan massal mendapat antusiasme cukup besar dari masyarakat. Hal itu bukan hanya dari banyaknya peserta khitanan massal (30 anak) saja, melainkan juga dari banyaknya warga yang datang ke lokasi kegiatan sehingga pesan dari sosialisasi “Gerakan Ayo Masuk Sekolah” bisa sampai kepada masyarakat luas.

Jajaran panitia khitanan massal Korwil Pendidikan Kecamatan Cisewu berfoto bersama seusai kegiatan. (Foto: Galih Pawarti)

“Kami pun bangga karena kegiatan khitanan massal ini mendapat dukungan besar dari banyak donatur. Selain dari Baznas Garut, Puskesmas Cisewu, juga beberapa donatur lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu,” tandas Korwil Pendidikan Kecamatan Cisewu itu.

Untuk para tenaga medis dari Puskesmas Cisewu, tambah Agus, tidak ada satu pun yang dibayar dalam kegiatan ini. Mereka benar-benar mau mensukseskan kegiatan khitanan massal tersebut dengan nol rupiah alias gratis.

Baca Juga:   Dua Ribu Mahasiswa Uniga Ikut Bela Negara di Yonif Raider 303 SSM

Menyinggung dengan rencana pembelajaran tatap muka pasca pandemi Covid-19 di Kecamatan Cisewu, pihaknya akan menyelenggarakan kegiatan tatap muka sesuai instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Bupati Garut. Di mana, selain melangsungkan protokol kesehatan cukup ketat, juga peserta kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak lebih dari 50 persen.

“Dalam pelaksanaan belajar tatap muka nanti akan dilaksanakan secara bergilir. Contohnya, kalau hari Senin adalah kelas 1, 2, dan tiga, sementara hari Selasa adalah kelas 4, 5, dan 6. Begitu seterusnya. Dan perlu diperhatikan, durasi belajarnya pun hanya 3 jam sehari,” pungkas Agus. ***

Komentar

Berita Terkait