Berita

Parmusi Garut: Permintaan Maaf Indomaret kepada Santriwati Tasikmalaya Belum Cukup

×

Parmusi Garut: Permintaan Maaf Indomaret kepada Santriwati Tasikmalaya Belum Cukup

Sebarkan artikel ini

GOSIPGARUT.ID — Permintaan maaf dari manajemen minimarket Indomaret kepada santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda di Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, karena pegawai Indomaret Manonjaya telah menuduh mencuri barang, mendapat respon sejumlah pihak.

Pengurus Daerah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kabupaten Garut misalnya, menyebutkan bahwa permintaan maaf tersebut patut dihargai sebagai bentuk tanggung jawab terhadap karyawannya yang sudah melakukan kesalahan yaitu menuduh orang lain mencuri.

“Namun permintaan maaf itu belum cukup jika tidak disertai proses hukum. Permintaan maaf pihak Indomaret tidak menggugurkan pidana maupun perdata, sebab tuduhan mencuri tersebut telah melukai hati santri dan kiyai di Tasikmalaya khususnya juga telah menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Ketua Parmusi Garut, Dedi Kurniawan, Minggu (5/1/2020).

Oleh karena itu, ia menegaskan, pihaknya mendesak aparat penegak hukum untuk melalukan proses hukum karena pihak Indomaret sudah melakukan tindak pidana meresahkan masyarakat.

Baca Juga:   150 CPNS Resmi Jadi PNS, Bupati Garut Tekankan Integritas dan Peran sebagai Pelayan Publik

“Di samping harus diproses secara pidana juga perdata. Kalau perlu tuntut bubarkan Indomaret di Kabupaten Tasikmalaya dan tuntut denda ganti rugi sebesar Rp1 triliun,” ujar Dedi.

Ia menilai, tuntutan tersebut masih sangat kecil jika dibanding rasa sakit yang diderita oleh para santri dan kiyai di Indonesia. Apakah santri sehina itu, digeledah di tempat keramaian. “Saya selaku alumni santri tahun 98 menyatakan keprihatinan atas kejadian ini,” tandas Dedi.

Ia menekankan, jika pihak kepolisian tidak bergerak cepat, maka santri dari Garut akan melalukan aksi solidaritas di Kabupaten Tasikmalaya. Termasuk juga di Garut para santri akan melakukan aksi solidaritas di halaman Masjid Agung Garut, pada Jum’at mendatang.

Sebelumnya, manajemen minimarket Indomaret menyampaikan permohonan maaf kepada santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda di Manonjayan, Kabupaten Tasikmalaya, karena pegawai Indomaret Manonjaya telah menuduh mencuri barang.

Baca Juga:   Pengguna LRT Jabodebek Naik 12% Selama Penerapan Kebijakan ASN Wajib Naik Transum, KAI Sambut Baik Wacana Perluasan Penerapan untuk Pegawai Swasta

“Atas kejadian ini kami minta maaf. Kami harap kejadian ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan,” kata Branch Manager PT Indomarco Prismatama Bandung Dedi Yusup Apriadi melalui siaran pers, Minggu (5/1/2020).

Ia menuturkan bahwa manajemen secara langsung meminta maaf kepada pondok pesantren, khususnya santri, karena tindakan karyawannya yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur perusahaan.

Dedi mengakui tindakan karyawannya itu telah menimbulkan kesalahpahaman sehingga saat kejadian karyawannya pun langsung memohon maaf kepada santriwati yang sempat digeledahnya.

Ketua Parmusi Kabupaten Garut, Dedi Kurniawan. (Foto: Istimewa)

Karyawan yang melakukan tindakan itu, kata dia, akan diberi sanksi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hal ini menjadi pelajaran bagi manajemen di seluruh minimarket Indomaret.

“Kami akan arahkan karyawan itu untuk meningkatkan pelayanan,” ujar Dedi.

Baca Juga:   Parmusi Garut Menolak Kenaikan Harga Gas LPG 3 Kilogram karena Tidak Rasional

Peristiwa itu bermula ketika empat santriwati dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya berbelanja di Indomaret Maonjaya, Rabu (1/1/2020).

Setelah membayar barang yang dibeli, mereka lalu keluar. Tidak lama berselang, santriwati itu dipanggil oleh pegawai Indomaret, kemudian menuduh mereka telah mencuri, lalu menggeledahnya. Namun, tuduhan itu tidak terbukti.

Selanjutnya, para santriwati menggelar aksi solidaritas dengan mendatangi toko Indomaret Manonjaya, Jum’at (3/1/2020). Mereka menuntut manajemen Indomaret meminta maaf dan menutup tokonya.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda K.H. Asep Maoshul Affandi mengatakan bahwa aksi santrinya itu merupakan bentuk solidaritas dan menuntut pihak manajemen untuk menyampaikan langsung permohonan maaf kepada santriwati.

“Jangan sampai ada stigma terhadap santri, ini masalah harga diri,” kata Asep. (Ant/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *