Wisata

Disparbud Jabar Pantau 80 Objek Wisata Favorit, 11 Ada di Garut

×

Disparbud Jabar Pantau 80 Objek Wisata Favorit, 11 Ada di Garut

Sebarkan artikel ini
Tempat parkir kendaraan di objek wisata Gunung Papandayan. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat memantau ketat objek-objek wisata yang kerap banyak dikunjungi wisatawan saat hari libur seperti libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) saat ini.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Disparbud Jabar, terdapat sedikitnya 80 objek wisata favorit di sejumlah wilayah Jabar, yakni Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, wilayah Bogor, wilayah Sukabumi, wilayah Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Garut.

“Kabupaten Bandung Barat menjadi wilayah yang paling banyak memiliki objek wisata favorit, yakni 14 objek wisata,” ujar Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, Minggu (27/12/2020).

Baca Juga:   Banyak Orang yang Sengaja Datang ke Pantai Rancabuaya pada Sore Hari Hanya untuk Sekedar Makan Malam

Ia menegaskan, pihaknya memantau ketat seluruh destinasi wisata favorit di Jabar tersebut, terutama dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk menekan potensi penularan Covid-19.

“Kami juga melakukan pengetesan Covid-19 bekerja sama dengan pengelola objek wisata dan pemerintah daerah setempat,” tegas Dedi.

Selain KBB, lanjut dia, dua daerah dengan jumlah objek wisata favorit terbanyak, yakni wilayah Bogor dan Kabupaten Garut yang masing-masing memiliki 11 objek wisata favorit.

Kemudian, wilayah Sukabumi dan Cirebon sebanyak 9 objek wisata, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Kuningan 8 objek wisata, Cianjur 6 objek wisata, Subang 4 objek wisata, dan Kabupaten Ciamis serta Pangandaran masing-masing 1 objek wisata.

Baca Juga:   Jalan Menuju Gunung Papandayan Sudah Bisa Dilewati Bus

“Wilayah pantai di Kabupaten Pangandaran pun masuk dalam spot yang diminati wisatawan. Pada tanggal 24 Desember kemarin, sekitar 17.000 wisatawan datang ke Pangandaran,” sebut Dedi.

Berdasarkan hasil pemantauan pihaknya, seluruh objek wisata favorit tersebut telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Tidak hanya objek wisatanya, fasilitas pendukung wisata lainnya, seperti hotel pun disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita juga menggelar operasi rapid tes antigen secara acak, termasuk menyiapkan fasilitas rapid test antigen khusus bagi wisatawan yang terlanjur datang, namun tidak membawa surat bebas Covid-19,” katanya.

Baca Juga:   Potensi Wisata Cisewu yang Patut Dikembangkan, dari Air Terjun sampai Kolam Air Panas

Disinggung apakah ada wisatawan yang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil operasi rapid test antigen, Dedi mengaku belum tahu pasti. Pasalnya, pihaknya masih menghimpun data hasil pelaksanaan operasi tersebut.

“Datanya masih kami himpun, tapi jika ada yang reaktif, penanganan sesuai prosedur sudah disiapkan, seperti swab test atau isolasi dan lain sebagainya,” katanya seraya mengimbau wisatawan untuk menunjukkan bukti bebas Covid-19 berdasarkan hasil rapid test maupun swab test. (Sndn)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *