Berita

Rawan Longsor, Pengguna Jalan di Jalur Wisata Selatan Garut Harap Waspada

×

Rawan Longsor, Pengguna Jalan di Jalur Wisata Selatan Garut Harap Waspada

Sebarkan artikel ini
Bencana longsor di Talegong, Senin (2/3/2020) pagi menutup jalur Cisewu-Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut mengimbau pengguna jalan mewaspadai ancaman bahaya bencana tanah longsor di jalur wisata selatan Garut lintas Talegong dan Cisewu. Terutama saat musim hujan.

“Mengimbau kepada pengguna jalan Cisewu, Talegong, Pangalengan harap berhati-hati dan waspada,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut Tubagus Agus Sopyan di Garut, Minggu (27/12/2020).

Jalur Cisewu dan Talegong merupakan lintas selatan Jabar menghubungkan Kabupaten Garut dengan Bandung. Selama ini selalu terjadi tanah longsor saat musim hujan. Jika turun hujan lebat di daerah itu, sebaiknya menghindari titik-titik yang memiliki potensi bencana tanah longsor agar tidak menjadi korban dari bencana itu.

Baca Juga:   Pertamina NRE – Verso Energy Prancis, Kolaborasi Strategis Percepat Transisi Energi Global

“Kalau hujan lebat harap menghindar dari potensi-potensi longsor,” ujar Tubagus.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Asep Nugraha menambahkan, pengendara diimbau untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melewati jalur selatan yang memiliki titik potensi longsor saat musim hujan.

Jalur selatan Garut, kata dia, memiliki medan jalan pegunungan yang terdapat jurang dan tebing sehingga harus lebih hati-hati saat melewatinya.

Baca Juga:   Di Enam Desa, Legislator PDIP Ini Terima Keluhan Warga Soal PKH dan Bank Emok

“Pengendara yang melewati kawasan pegunungan untuk berhati-hati, terutama saat hujan,” tutur Asep.

Jalur selatan lintas Talegong dan Cisewu merupakan jalur menghubungkan sejumlah objek wisata pantai di Kabupaten Garut. Sejak musim hujan beberapa kali terjadi bencana tanah longsor melanda Kecamatan Talegong, dan Kecamatan Cisewu.

Bahkan bencana longsor di daerah itu pernah merusak pemukiman rumah penduduk, dan juga menutup badan jalan provinsi sehingga arus kendaraan dari dua arah tidak bisa melewati jalur tersebut. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *