GOSIPGARUT.ID — Badan Pendiri Pusat Informasi dan Studi Pèmbangunan (PISP), Hasanuddin mengatakan, sikap jujur dan terbuka Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengenai situasi terkini Covid-19 yang sudah nyaris di luar kendali patut diapresiasi.
Alasannya, tandas dia, karena penanganan pandemi Covid-19 ini adalah tanggungjawab dan kewajiban semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, instansi terkait, dan masyarakat.
“Tidak ada yang perlu dipersalahlan atau mencari siapa yang salah dalam merebaknya virus ini di Kabupaten Garut. Ada evalusia, kritik, dan oto kritik dalam setiap perkembangan yang terjadi,” kata eks aktivis ’98 ini, Senin (21/12/2020).
Hasanuddin menambahkan, sebagaimana diketahui bahwa penyebaran Covid-19 ini cukup massif dan mengikuti mobilitas sosial penduduk. Dan, akibat dari rentang waktu yang lama, mobilitas penduduk sulit dibendung karena faktor sosial-ekonomi.
“Penelitian, penemuan, produksi, dan vaksinisasi hanya satu-satunya cara yang efektif dalam mengatasi menyebarnya virus. Dan sebagaimana diketahui vaksin ini sudah tersedia,” kata dia.
Hasanuddin menuturkan, kejujuran merebaknya virus yang sudah merata ini, adalah warning dari Bupati Garut untuk semua pihak harus waspada dan tetap disiplin protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dalam normalitas baru.
“Kita berharap warning ini diikuti diterbitkannya regulasi yang ketat dari Tim Gugus Tugas Kabupaten Garut sebagai pedoman para pihak dan masyarakat dalam menghadapi situasi ini,” ujarnya.
Hasanuddin berharap rumah sakit rujukan dan puskesmas yang ada tidak melakukan penutupan sehingga upaya pengobatan dapat dilakukan, khususnya yang terkonfirmasi dengan gejala klinis.
“Bupati dapat memberikan keleluasan atau ruang bagi Dinas Kesehatan dan BPPD untuk mengatasi hal ini, dengan melibatkan aparat kepolisian dan Kodim 0611 Garut,” pungkasnya. ***














