GOSIPGARUT.ID — Warga di Kedusunan 02, Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, menyesalkan pembangunan jalan lingkungan (jaling) sepanjang 300 meter yang menghubungkan Kampung Kendal dengan Datarmuncang tidak tuntas.
Warga juga menyesalkan lebar jaling yang dibangun menggunakan pavingblock itu tidak sesuai dengan keharusan. Di mana, lebar jaling yang semestinya dibangun satu meter, malah di sebagian badan jalan tersebut ada yang lebarnya kurang dari satu meter.
“Di sebagian badan jaling itu terdapat pemasangan pavingblocknya yang tidak beraturan sehingga lebar jaling menyempit kurang dari satu meter. Ini menjadikan pengguna jaling tidak nyaman, terutama bagi pengendara sepeda motor,” ujar Wawan, salah seorang warga Kampung Kendal.
Dibenarkan Kepala Dusun 02, Rodiawan, bahwa pembangunan jaling yang dibangun oleh salah seorang kontraktor dari Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, itu memang tidak tuntas. Sepanjang 100 meter pada jaling itu tidak dipasang kasting (penutup pavingblock di bagian sisi kiri dan kanan jaling)
“Sehingga, dengan tidak tuntasnya pembangunan jaling tersebut, kami mengkhawatirkan dalam waktu tidak lama lagi jaling itu rusak. Sayang kan, pembangunan jaling yang menelan dana besar (Rp190 juta) akhirnya tidak bermanfaat bagi warga sekitar,” kata dia.
Selain menyesalkan tidak tuntasnya pembangunan jaling itu, baik Rodiawan maupun warga Kampung Kendal dan Datarmuncang juga mengkritik pelaksanaan pembangunan jaling tersebut yang tidak dilengkapi oleh papan informasi proyek.
“Dalam beberapa hari terakhir para pekerja proyek jaling itu sudah pada pergi meninggalkan lokasi proyek dan membiarkan sisa pekerjaan yang tidak tuntas,” terang warga. ***



.png)















