GOSIPGARUT.ID — Petani di Kampung Cicadas, Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, merasa bersyukur karena di saat masa sulit dampak pandemi Covid-19 saat ini mendapat bantuan bibit nilam (patchoulina 2) dan pupuk dari Gubernur Jawa Barat, untuk lebih melancarkan kelangsungan pertanian mereka.
“Alhamdulillah, kami sangat gembira dan bersyukur dengan adanya bantuan bibit nilam dan pupuk dari Pemprov Jabar ini. Karena dengan bantuan tersebut, petani di sini jadi terbantu dalam melangsungkan pertaniannya,” ujar Ketua Kelompok Tani Mekar Raharja, Dade Hendrawan, saat dihubungi di lokasi penanaman bibit nilam di Kampung Cicadas, Senin (9/11/2020).
Ia menjelaskan, bantuan yang diterimanya itu sebanyak 50 ribu bibit nilam dan lima ton pupuk organik. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 25 anggota Kelompok Tani Mekar Raharja yang akan menanam di atas lahan seluas lima hektare.
“Untuk bibit nilamnya, bantuan sebanyak itu kami rasa sudah cukup, 50 ribu bibit untuk lahan lima hektare. Tapi untuk pupuknya, tentu tidak akan cukup karena lima ton pupuk hanya untuk lahan satu hektare,” tambah Dade yang dibenarkan oleh Penyuluh Pertanian dari Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cisewu, Kuraesin.

Kuraesin mengaku, sengaja datang ke lokasi penanaman bibit nilam bantuan dari Gubernur Jawa Barat di Kampung Cicadas itu atas permintaan petani untuk menyaksikan langsung penanaman bibit nilam sekaligus memberikan arahan-arahan teknis.
“Saya melihat petani cukup bahagia menyambut bantuan ini. Meski baru datang separuhnya, namun bantuan bibit ini oleh petani hari ini juga langsung ditanamkan dengan penuh semangat. Mudah-mudahan tiga bulan ke depan sudah bisa dipanen,” kata dia.
Kuraesin membenarkan jika lima ton pupuk organik bantuan Gubernur Jabar itu tidak akan cukup untuk memupuk 50 ribu bibit nilam yang ditanam di atas lahan lima hektare. Pupuk sebanyak ini, jelas dia, hanya untuk demplot saja. Sementara untuk kebutuhan pupuk kekurangannya, terpaksa petani harus membeli sendiri.
“Tapi meski tidak mencukupi, datangnya bantuan pupuk sebanyak ini pun sudah cukup membantu. Petani sudah sangat senang, semoga bantuan yang lainnya juga kembali diturunkan,” papar dia.
Senada dengan Kuraesin, seorang petani bernama Asep juga berharap pemerintah terus memberikan bantuan seperti itu kepada kelompok taninya. Ia berharap ke depan ada bantuan bibit komuditas lain yang lebih menggairahkan petani.
“Sebenarnya bantuan bibit nilam juga sangat menggairahkan petani, pasalnya harga jualnya cukup bagus,” terang Asep seraya mengatakan untuk harga minyak nilam saat ini mereka biasa menjual Rp400 ribu per kilogram.
Ia juga menjelaskan, sebelum ada bantuan bibit nilam, Kelompok Tani Mekar Raharja sudah dua kali mendapat bantuan serupa dari Gubernur Jawa Barat, yaitu bantuan bibit jagung hibrida dan jahe. ***



.png)











