Opini

Pandemi Covid-19 Membentuk Warga Negara Digital (Oleh: Dendi Nurwega)

×

Pandemi Covid-19 Membentuk Warga Negara Digital (Oleh: Dendi Nurwega)

Sebarkan artikel ini
Dendi Nurwega (Guru PPKn SMAN 22 Garut)

KENYATAAN saat ini bahwa pandemi Covid-19 sudah menjadi topik pembicaraan di setiap channel televisi dan media lainnya. Dampak dari pandemi corona ini setidaknya kerumunan massa dilarang, jaga jarak pun tak terpungkiri lagi harus dilaksanakan oleh seluruh warga negara.

Alih-alih dalam rangka menjaga keselamatan warga negara, maka dunia pendidikan pun di ruang-ruang kelas terhenti. Guru dan peserta didik kini terpisah oleh ruang dan waktu yang biasanya berada dalam ruang pembelajaran bersama untuk transformasi ilmu dan pengetahuan.

Munculah sebuah masalah dan tantangan bagaimana proses pendidikan yang biasanya ada di ruang-ruang kelas, teralihkan menjadi di ruang-ruang digital yang diwakili oleh gadget (handphone). Kini semua guru dan peserta didik secara tidak langsung dipaksa harus memiliki gadget dan harus mampu mengoperasikannya.

Sebuah keniscayaan yang tidak bisa dibantah lagi pembelajaran pun harus dilaksanakan melalui ruang-ruang digital (Whatsapp, Zoom, Classroom, dan lain sebagainya). Kesulitan dan hambatan yang dirasakan oleh guru dan peserta didik pun banyak macamnya, baik itu gangguan sinyal internet, peserta didik tidak mempunyai gadget bahkan tidak punya quota ataupun gagap terhadap teknologi (gaptek).

Baca Juga:   Penentuan Dirut PDAM Garut, Meritokrasi VS Politik Dagang Sapi

Akhirnya, ada solusi yang bisa membuat ringan masalah tersebut, yakni guru diberi pelatihan-pelatihan untuk mengoperasikan aplikasi-aplikasi yang ada dalam gadget. Pemerintah melalui Kemendikbud memberikan quota internet gratis bagi guru dan peserta didik.

Secara tidak langsung, kini guru dan peserta didik dengan pandemi Covid-19 ini didorong untuk menjadi warga negara digital, yang mana warga negara yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, berkomunikasi dengan menggunakan ruang-ruang digital.

Bahkan penulis teringat tesis yang dibuat oleh Feriyansyah (2015) tentang “Warga Negara Digital sebagai Instrumen Warga Negara Global”. Memang secara keseluruhan berat jika warga negara digital di negara kita mampu mengantarkan warga negaranya menjadi warga negara global secara digital, karena setidaknya harus diiringi dengan kemampuan komunikasi (berbahasa global) misalnya bahasa Inggris.

Baca Juga:   Romahurmuziy, Layu Sebelum Barkembang (Catatan: Imron Abdul Rajak)

Tantangan yang harus dipikirkan oleh seluruh para pendidik dalam hal warga negara digital di masa pandemi ini yakni; Pertama, kemampuan para pendidik dalam membentuk karakter peserta didik menjadi manusia paripurna beriman bertaqwa, baik dan cerdas perlu dipikirkan secara seksama karena attitude (sikap) peserta didik relatif sulit untuk terbentuk.

Kedua, kontrol terhadap peserta didik oleh para pendidik dalam proses pembelajaran juga perlu dipertimbangkan. Ketiga, dalam terbentuknya warga negara digital karena didorong oleh masa pandemi corona ini yang merupakan sebuah kenyataan, para pendidik setidaknya membuat pembelajaran yang tidak membuat peserta didik menjadi stres karena bertumpuknya tugas belajar.

Baca Juga:   Bupati Garut Harus Segera Membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria

Jangan sampai terulang lagi kasus peserta didik bunuh diri karena stres oleh bertumpuknya tugas belajar.
Kini orangtua, pendidik, peserta didik bahkan semua warga negara dewasa ini telah menjadi warga negara digital walaupun tidak semuanya melek terhadap digital.

Semoga kita semua sebagai warga negara digital di negara tercinta ini, tidak menjadikan diri kita terus menerus berhadapan dengan gadget tanpa henti sampai kita melupakan dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Bijak dalam menggunakan gadget sebagai warga negara digital merupakan salah satu bagian dari warga negara digital yang baik dan cerdas (smart and good digital citizenship). ***

Penulis: Guru PPKn SMAN 22 Garut

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *