Kesehatan

Dinkes Garut Siapkan Ini Jika Terjadi Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

×

Dinkes Garut Siapkan Ini Jika Terjadi Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pandemi Covid-19.

GOSIPGARUT.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut telah meminta sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas yang memiliki layanan rawat inap, untuk menyediakan ruang isolasi jika terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Saat ini ada 32 puskesmas di Kabupaten Garut yang memiliki layanan rawat inap dan bisa dimaksimalkan untuk perawatan pasien Covid-19 jika dibutuhkan,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, Jumat (14/8/2020).

Tak hanya itu, tambah dia, pihaknya juga sudah menyiapkan rumah sakit darurat untuk menampung pasien Covid-19 jika terjadi lonjakan.

“Misal di Balai Diklat Keluarga Berencana akan disiapkan sebagai tempat isolasi, ada di rumah sakit swasta juga. Artinya sudah ada skema cadangan tapi jangan sampai ada gelombang lagi,” ujar Leli.

Baca Juga:   Kualitas dan Desain Cevany Bikin Sepatu Asal Garut Ini Eksis Saat Pandemi

Ia menerangkan, ketersediaan ruangan untuk pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut masih mencukupi. Meski dalam beberapa hari terakhir terus terjadi penambahan kasus positif Covid-19.

Dari 63 tempat tidur khusus pasien Covid-19, saat ini hanya belasan kasur yang digunakan. Pasalnya, sejumlah pasien tak terlalu lama menjalani perawatan.

“Selama ini penanganan pasien Covid-19 difokuskan di RSUD dr Slamet. Ketersediaan ruangan di RSUD itu tak pernah kekurangan. Pasien juga tidak terus di sana. Ada juga yang sembuh,” kata Leli.

Baca Juga:   Dinkes Garut Tangani Kasus Gizi Buruk pada Seorang Remaja 14 Tahun, Begini Kondisinya Sekarang

Menurutnya, rentang waktu perawatan pasien di RSUD Garut juga semakin cepat. Hal itu dikarenakan saat ini RSUD dr Slamet telah memiliki alat uji swab test pasien Covid-19.

Dengan begitu, tak perlu menunggu waktu lama untuk memastikan pasien dapat keluar dari rumah sakit. Jumlah pasien positif di Garut hingga kini sebanyak 54 orang. Dari jumlah itu, 37 sembuh dan hanya 13 yang menjalani perawatan.

Leli menyebut, saat ini rata-rata pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet hanya menjalani isolasi selama sepekan. Ketika sudah dipastikan negatif Covid-19, pasien telah diperbolehkan kembali ke rumahnya untuk melakukan karantina mandiri.

Baca Juga:   Para Pejabat Dinkes Garut "Jalan-jalan" ke Thailand Saat Kemiskinan Ekstreem Mendera Warga, Ini Kata GGW

“Kalau sebelumnya kan suka lama karena menunggu hasil swab test dari Bandung. Jadi perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit juga menjadi semakin lama,” kata dia.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, sejak Agustus 2020 terjadi penambahan 17 kasus konfirmasi positif Covid-19. Menurut Leli, peningkatan kasus itu disebabkan pemeriksaan yang dilakukan lebih banyak. (Trbn)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *