Jawa Barat

Desa Digital Milik Pemprov Jabar Dapatkan Penghargaan Internasional

×

Desa Digital Milik Pemprov Jabar Dapatkan Penghargaan Internasional

Sebarkan artikel ini
Desa digital. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Desa Digital yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kesekian kalinya mendapatkan penghargaan bergengsi di tingkat internasional. Desa Digital terpilih sebagai Digital Equity and Accessibility dalam ajang IDC Smart City Asia/Pacific Awards 2020.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Setiaji mengatakan, Desa Digital mendapat penghargaan tersebut karena dinilai mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet.

“Semua pemenang dalam ajang tersebut ditentukan berdasarkan tolok ukur analis IDC, pemungutan suara publik, dan penilaian dari Dewan Penasihat Internasional. Kita dinilai bisa meningkatkan aksesibilitas, seperti internet, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui digital,” ucap Setiaji, Senin (1/6/2020).

Baca Juga:   TKD Turun Rp2,4 Triliun, Pemprov Jabar Pangkas Belanja Pegawai: Salah Satu Gaji PNS Terancam Dihapus

“Kita memiliki program-program seperti memberikan akses internet ke 400 titik yang blank spot. Program IoT di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan lain sebagainya. Itu yang membuat juri tertarik dengan Desa Digital,” tambahnya.

Setiaji mengatakan, ada 14 kategori dalam IDC Smart City Asia/Pacific Awards 2020. Pemprov Jabar, kata Setiaji, menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang meraih penghargaan dalam ajang tersebut.

Taiwan meraih 4 penghargaan, China dan Singapura masing-masing mendapat 3 penghargaan, Korea Selatan dan Australia masing-masing 2 penghargaan, serta India, Hong Kong, Malaysia, dan Selandia Baru dengan 1 penghargaan.

“Karena tengah dalam pandemi Covid-19, pemenang diumumkan secara virtual. Ada 14 kategori dan 19 pemenang dalam ajang tersebut. Kemudian, Kementerian Desa (PDT dan Transmigrasi), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah menghubungi kami terkait program Desa Digital,” katanya.

Baca Juga:   Pelantikan Kepala Daerah, Pemprov Jabar Masih Tunggu Surat Resmi Kemendagri

Sejak diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 10 Desember 2018, kata Setiaji, Pemprov Jabar sudah memasang wifi di desa-desa blank spot atau desa tidak memiliki koneksi internet sama sekali.

“Kita membagi beberapa desa. Ada desa yang nol infrastruktur, maka kita mulai bangun infrastruktur seperti pemasangan wifi. Kemudian, ada desa 2.0. Di desa itu sudah ada infrastrukturnya, dan kita mulai untuk meningkatkan literasi digital dengan menggerakkaan relawan TIK,” katanya.

Baca Juga:   Pemprov Jabar Gelar Nikah Massal Gratis untuk 37 Pasangan di West Java Festival 2024

Di sektor perikanan, ribuan kolam sudah menggunakan teknologi smart auto feeder. Lewat teknologi itu, memberi pakan ikan bisa menggunakan gawai. Hal tersebut membuat panen bisa naik dari dua menjadi empat kali dalam setahun.

Selain itu, sejumlah desa sudah mulai memasarkan hasil pertanian melalui e-commerce. Hal itu menguntungkan petani dan konsumen, karena alur distribusi yang kerap melambungkan harga, dapat dipangkas. (Rml)

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
BGN 1
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *