Berita

Atap SDN 2 Cijolang Roboh, Disdik Garut Minta Bupati Segera Sediakan Dana Perbaikan

×

Atap SDN 2 Cijolang Roboh, Disdik Garut Minta Bupati Segera Sediakan Dana Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Atap ruang kelas SDN 2 Cijolang yang roboh. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Atap bangunan kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cijolang, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, roboh, Rabu (23/10/2019). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindah ke madrasah yang tidak jauh dari sekolah itu.

Dengan kejadian ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut mengaku prihatin. Bahkan agar KBM di SDN 2 Cijolang kembali normal, pihak Disdik sudah meminta Bupati Rudy Gunawan untuk segera menggelontorkan anggaran untuk perbaikannya.

“Pak Kepala Dinas sudah mengirimkan nota dinas kepada Bapak Bupati, yang isinya memberitahukan bahwa kondisi ruang kelas SDN 2 Cijolang Kecamatan BL. Limbangan mendesak untuk segera dilakukan perbaikan,” kata Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Garut, Ade Manadin, saat dikonfirmasi Jum’at (25/10/2019).

Baca Juga:   Pemuda Garut Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja, Diselamatkan Pengendara Mobil di Tengah Malam

Ia menjelaskan, Disdik Garut berharap agar perbaikan bangunan SDN 2 Cijolang bersama sekolah rusak lainnya berlangsung pada tahun 2019. Maka dalam nota dinas ditekankan agar bupati bisa mengalokasikan anggaran pada APBD Perubahan tahun anggaran 2019 untuk kegiatan rehabilitasi prasarana ruang kelas.

“Dan Pak Bupati sudah sangat mendukung anggaran biaya tidak terduga digunakan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak. Sementara soal besaran anggarannya, konsultan sedang ke lapangan untuk menghitung keruksakan di masing-masing sekolah,” ujar Ade yang diamini Kasi Sarana Bidang SD, Ma’mun Gunawan.

Baca Juga:   Membangun SMP di Sukamaju Sangat Bisa, Syaratnya Tersedia Tanah

Sementara itu, Kepala SDN 2 Cijolang, Agus Mulyana menuturkan ada tiga ruangan kelas yang rusak di sekolahnya. Yaitu kelas 1, 2, dan 3 kondisinya sudah rusak hingga akhirnya bagian atap roboh secara tiba-tiba, Rabu (23/10/2019), sekitar pukul 14.30 WIB.

Kondisi bangunan tersebut, kata dia, memang sudah cukup memprihatinkan, seperti bagian atap bangunan lapuk, tembok retak, dan kayu jendela dimakan rayap. “Bahkan guru yang mengajar di kelas itu sering mendengar bunyi dari lapuknya kayu,” katanya. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *