Budaya

Dinas Pendidikan Jawa Barat Larang Siswa di Garut Ikut Demonstrasi

×

Dinas Pendidikan Jawa Barat Larang Siswa di Garut Ikut Demonstrasi

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pengunjuk rasa dari kalangan pelajar berbaur bersama mahasiswa saat menggelar aksi di Kabupaten Garut, Kamis (26/09/2019). (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat  telah memberikan peringatan larangan kepada siswa di seluruh sekolah SMA dan SMK  di Kabupaten Garut untuk tidak ikut berdemonstrasi karena dikhawatirkan mudah terprovokasi.

“Bukan tidak boleh menyampaikan pendapat, tapi belum saatnya, takut terprovokasi,” kata Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Disdik Jabar wilayah XI Garut, Asep Sudarsono, Kamis (26/9/2019).

Ia menuturkan, secara resmi Disdik Provinsi Jabar yang membawahi sekolah tingkat SMA/sederajat sudah memberi imbauan kepada setiap sekolah untuk menjaga siswanya agar tidak ikut berdemontrasi turun ke jalan bersama pengunjuk rasa lain.

Baca Juga:   Masih Ada Ketakutan, Sekolah Tatap Muka di Garut Belum Pasti Dibuka Januari 2021

Kepala sekolah di Garut, kata Asep, diperintahkan untuk memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan tetap menjaga siswanya agar berada di lingkungan sekolah masing-masing.

“Setiap kepala sekolah mengecek kehadiran anak didiknya di sekolah, jika ada yang tidak hadir segera konfirmasi kepada orang tuanya dan titipkan kepada orang tua agar anaknya tidak terlibat dalam unjuk rasa,” ujarnya.

Asep menambahkan, setiap kepala sekolah dan guru diminta memantau juga kondisi di lapangan seperti kawasan Simpang Lima yang menjadi titik kumpul pengunjuk rasa, dan mengajak pulang jika ada siswa di lokasi tersebut.

Baca Juga:   Ini Strategi Pemerintah Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Garut, Bupati: Penting Kolaborasi Antar Stakeholder

Terkait ada siswa yang terlihat dalam kerumunan pengunjuk rasa, ia mengakuinya, namun sebagian besar mereka hanya menonton aksi.

Adanya siswa yang terlihat terlibat unjuk rasa, langsung mendapatkan perhatian dari gurunya, diminta kembali ke sekolah atau pulang ke rumah. “Sebenarnya mereka kebanyakan menonton, karena kebetulan hari ini ada UTS jadi pulang sekolahnya lebih awal,” kata Asep.

Baca Juga:   Miris, Sepanjang Sungai Cimanuk Kini Dipenuhi Tempat Pembuangan Sampah Ilegal

Sementara itu, mahasiswa menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rancangan undang-undang (RUU) dan sejumlah tuntutan lainnya kepada Pemerintah Kabupaten Garut.

Aksi yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Garut tersebut berawal di kawasan Simpang Lima, kemudian melakukan aksi di kantor bupati dan DPRD Garut.

Aksi yang berlangsung tertib tersebut mendapatkan pengamanan dan pengawalan dari kepolisian. (Ant/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *