Kesehatan

Selangkah Lagi Kabupaten Garut Raih Swasti Saba Wistara

×

Selangkah Lagi Kabupaten Garut Raih Swasti Saba Wistara

Sebarkan artikel ini
Pertemuan dengan agenda mengevaluasi hasil monitoring di 10 kecamatan yang jadi objek pemantauan penilaian yang dihadiri jajaran Pemkab Garut, para pengurus PKK Kabupaten Garut, Forum Garut Sehat, dan unsur kecamatan dan desa, di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jum'at (2/8/2019). (Foto: Zakky Resamana Saleh)

GOSIPGARUT.ID — Kabupaten Garut optimis meraih penghargaan Swasti Saba Wistara sebagai penghargaan level tertinggi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam program kabupaten/kota sehat.

Dari tatanan yang jadi indikator penilaian, Garut akan mengikuti lima tatanan, yaitu Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat dan Mandiri, Tatanan Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum, Tatanan Kawasan Pariwisa Sehat, Tatanan Industri dan Perkantoran Sehat, dan Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi.

Bentuk keseriusan Kabupaten Garut diwujudkan dalam sinergitas antar lini. Seperti pada pertemuan di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jum’at (2/8/2019), mulai dari jajaran Pemkab Garut, para pengurus PKK Kabupaten Garut, Forum Garut Sehat, unsur kecamatan dan desa, tengah mengevaluasi hasil monitoring di 10 kecamatan yang jadi objek pemantauan penilaian.

Baca Juga:   BI dan OJK Jabar Salurkan 10 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 ke Garut

Sekretaris Forum Garut Sehat, Zakky Resmana Saleh, mengungkapkan, kebersamaan antara pemerintah swasta dan masyarakat untuk saling membahu dalam menciptakan kondisi tatanan sehat, maka Swasti Saba Wistara optimis akan diraih dan jadi gengsi bagi Kabupaten Garut.

Meski demikian, ia mengingatkan semua tatanan ini dipersiapkan dengan matang karena merupakan penghargaan tinggi dalam penilaian Kabupaten Sehat setelah sebelumnya meraih Swasti Saba Padapa dan Swasti Saba Wiwerda.

Pertemuan dengan agenda mengevaluasi hasil monitoring di 10 kecamatan yang jadi objek pemantauan penilaian yang dihadiri jajaran Pemkab Garut, para pengurus PKK Kabupaten Garut, Forum Garut Sehat, dan unsur kecamatan dan desa, di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jum’at (2/8/2019). (Foto: Zakky Resamana Saleh)

“Saya mengimbau kepada para pengurus forum kecamatan sehat di 10 kecamatan titik pantau untuk melengkapi arsip administrasi, seperti absensi rapat, foto dokumentasi kegitan, notulen rapat, hingga papan sekretariat,” katanya.

Baca Juga:   Mulai April 2022, Siaran TV di Garut Akan Migrasi dari Analog ke Digital

Zakky juga mengharapkan para camat bisa bersinergi dengan pengurus forum di kecamatan.

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, mengatakan, untuk mencapai level yang lebih tinggi dibutuhkan sinergitas semua komponen, mulai dari society (masyarakat), private sector (swasta) dan state (pemerintah).

Maka pada rapat evaluasi tahap pertama ini, lanjut dia, pihaknya ingin mengetahui serta menginventarisasi kekurangan di lapangan, sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin. “Di sela-sela menghadapi pesta Kemerdekaan RI kami akan terus memantau, sehingga target Swasti Saba Wistara dapat diraih.

Baca Juga:   Bakso Mang Ono di Garut Masih Jadi Buruan, Sambal Lekoh dan Cirawang Jadi Andalan

Menurut Didit, Kabupaten Garut mejandi salah satu dari 16 kabupaten/kota di Jawa Barat yang lolos verifikasi bedah dokumen. Jumlah kabupaten/kota yang diverifikasi sebanyak 27, jadi 11 kabupaten/kota yang tidak lolos. (ZRS/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *