GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 20 jembatan gantung akan dibangun di tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat tahun ini. Dari tujuh daerah itu termasuk Kabupaten Garut, di samping Sukabumi, Cianjur, Kuningan, Sumedang, Tasikmalaya, Majalengka, dan Subang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Dedi Supandi mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan wujud pelaksanaan program Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa) yang salah satu tujuannya untuk mengembangkan potensi wisata desa.
“Maka tidak heran apabila jembatan gantung yang dibangun via program Jantung Desa mempunyai desain menarik dengan warna-warna yang cerah,” ungkap Dedi, Sabtu (22/6/2019).
Ia mencontohkan, salah satu jembatan gantung di Cirebon yang kini menyedot animo masyarakat untuk berkunjung dan berswafoto atau melakukan foto pra-nikah.
“Jembatan gantung desa sudah dijadikan warga sebagai tempat selfie, bahkan pra-wedding dilakukan dengan latar belakang jembatan gantung desa. Itu bisa meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat,” ujar Dedi.
Ia mengakui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan sentuhan langsung terhadap desain bangunan jembatan gantung tersebut. Keseluruhan desain jembatan gantung tersebut memiliki nuansa warna warni yang menarik.
“Jelas ada (sentuhan Ridwan Kamil). Ada sekitar 6 tipe desain jembatan gantung desa. Dari 6 ini, silakan mau pilih yang mana. Corak dan arsitektur berbeda, tetapi nuansa warna-warni harus tetap ada di setiap tipe desain,” terang Dedi.
Ia melanjutkan, pemilihan lokasi pembangunan jembatan gantung didasarkan pada dua prioritas, yakni akses sekolah dan perputaran roda ekonomi. Oleh karenanya, tujuan utama pembangunan jembatan gantung tersebut untuk mempermudah akses sekolah dan konektivitas antardesa.
“Aspek prioritas tinggi itu. Kalau misalnya jembatan fantung sudah dibangun, maka akses sekolah tidak terhambat. Ada juga pertumbuhan ekonomi, yang tadinya menghubungkan desa A dan desa B, itu yang kita prioritaskan,” kata Dedi.
Lewat skala prioritas tersebut, DPM-Desa Jabar dapat menentukan 20 lokasi dari 84 lokasi yang diusulkan masyarakat. Selain mengutamakan skala prioritas, kata Dedi, pihaknya pun melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
“Pencarian lokasi sebetulnya sudah masuk lewat usulan. Usulan ada yang masuk ke Pak Gubernur (Ridwan Kamil), ada yang lewat media sosial BPM-Desa yang disertai dengan foto-foto. Sampai sekarang, sudah ada 84 usulan. Dari 84 usulan ini, kita lakukan peninjauan lokasi,” jelasnya. (Snd/Gun)



.png)











