GOSIPGARUT.ID — Penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs di Kabupaten Garut masih menghadapi kendala berarti. Pasalnya, ketersediaan sarana penunjang masih menjadi kendala teknis. Selain itu, koordinasi lintas pendidikan masih belum optimal.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Totong mengatakan, hingga kini dari total sebanyak 412 satuan pendidikan SMP itu baru sebanyak 151 satuan pendidikan negeri maupun swasta yang bisa mengikuti UNBK. Sisanya, sebanyak 261 melaksanakan ujian nasional masih berbasis kertas pensil (UNKP).
“Kalau dari sisi peserta didik, pada 2019 ini sebanyak 14.886 siswa atau 48% dari total sebanyak 33.579 peserta ujian nasional tingkat SMP mengikuti UNBK. Selebihnya, sebanyak 18.693 siswa mengikuti UNKP,” kata Totong, Selasa (23/4/2019).
Dia menuturkan, minimnya ketersediaan sarana penunjang bagi pelaksanaan UNBK itu antara lain belum meratanya komputer/laptop di setiap sekolah. Selain itu, jaringan internet pun masih terbatas.
Sedangkan, kendala teknis lainnya yakni masih perlunya peningkatan penguatan sumber daya manusia (SDM) tersedia. Plus, belum optimalnya koordinasi lintas pendidikan dengan satuan pendidikan SMA/SMK dan perguruan tinggi.
Meski demikian, Totong menyebutkan keikutsertaan satuan pendidikan yang mengikuti UNBK tingkat SMP pada 2019 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2017, tingkat keikutsertaan itu baru mencapai 3%. Kemudian, pada 2018 naik menjadi 15%. Pada 2019 ini, keikutsertaannya mengalami kenaikan signifikan sebesar 33%. Jumlah peserta pun melonjak menjadi sebesar 48%.
“Ke depan, kami yakin dan optimis dengan didukung kebijakan pimpinan, pada 2020, capaiannya bisa 100%. Selambat-lambatnya, pada 2021 nanti semua sekolah jenjang SMP di Garut dapat melaksanakan UNBK,” jelas Totong. (IK/Fj)



.png)























