Berita

Jalan di Garut yang Dibangun Menelan Biaya Rp126 Miliar Diluncurkan Operasionalisasinya

×

Jalan di Garut yang Dibangun Menelan Biaya Rp126 Miliar Diluncurkan Operasionalisasinya

Sebarkan artikel ini
Launching operasionalisasi Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (29/8/2024). (Foto: Moch. Ahdiansyah)

GOSIPGARUT.ID — Jalan Letnan Jenderal (Letjen) Ibrahim Adjie di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, yang biaya pembangunannya menelan Rp126 miliar diresmikan peluncuran Oloperasionalisasinya, Kamis (29/8/2024).

Peresmian itu dilakukan oleh Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, didampingi Ketua Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Iman Alirahman. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita di area jalan tersebut.

Barnas Adjidin menyampaikan, bahwa Kabupaten Garut bergembira karena memiliki jalan yang representatif seperti Jalan Letjen Ibrahim Adjie ini, terlebih, sebelum diluncurkan operasionalisasinya, pembangunan jalan ini telah melalui proses yang panjang.

Meski demikian, imbuh Barnas, masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan, agar Jalan Ibrahim Adjie ini betul-betul menjadi jalan yang representatif dan juga ramah bagi pejalan kaki.

“Sebagai contoh yang belum diselesaikan ada trotoarnya, sehingga nanti pejalan kaki nyaman tidak takut berjalan, lalu di sini juga bisa dijadikan wisata kota, di mana di kota ini ada tempat seperti ini, hampir tidak ada saya keliling ke mana-mana di kota ada yang kayak begini,” ujar Barnas.

Ia pun berharap agar pedagang kaki lima (PKL) tidak turun ke Jalan Ibrahim Adjie, khususnya pada hari Minggu, karena menurutnya hal tersebut akan menyebabkan kemacetan di ruas jalan yang ditempati oleh PKL.

Baca Juga:   Mau Mulai Karir di Dunia Web3? Hadiri 5 Event Kripto Terbesar di Asia Ini (2 Ada di Indonesia!)

Guna mengantisipasi hal tersebut, imbuh Barnas, pihaknya bersama dengan pihak Kecamatan Tarogong Kaler telah menyiapkan lokasi yang bisa dihuni oleh PKL. Tak hanya itu, ia juga meminta agar lokasi tersebut bisa memberikan kenyamanan, khususnya bagi para pembeli.

“Saya melihat sudah berkali-kali ke sini, kata saya juga jangan di jalan, saya bukan nggak boleh ini PKL, (cuman) nggak boleh di jalan. Karena apa? Bisa lama kemarin jadi macet, bayangin dari sini sampai ujung, itu kan saya mau ke undangan kemarin telat, inikan merugikan orang,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Barnas juga mengimbau agar para pengguna Jalan Ibrahim Adjie untuk tidak parkir sembarangan (tidak bahu jalan). Oleh karenanya ia menginstruksikan kepada jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut untuk menyediakan rambu-rambu lalulintas, agar masyarakat tidak parkir sembarangan serta memitigasi kecelakaan lalu-lintas di Jalan Ibrahim Adjie ini.

“Misalnya contoh di depan ada dua jalan, itu kan harus ada (rambu) lampu hazard agar supaya pada saat ini kecepatan tinggi (tidak berbahaya), kalau dari sana kan kadang-kadang orang lalai, lalu terjadi (tabrakan),” ucapnya.

Launching operasionalisasi Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (29/8/2024). (Foto: Moch. Ahdiansyah)

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, menuturkan, jika Jalan Letjen Ibrahim Adjie ini merupakan bagian dari cita-cita besar Kabupaten Garut untuk memiliki akses jalan khususnya akses jalan luar perkotaan Garut atau jalan lingkar (ringroad).

Baca Juga:   Ada 60 Ribu Rutilahu di Garut, Pemkab Hanya Mampu Perbaiki 3 Ribu Rumah Tiap Tahunnya

Ia mengatakan Jalan Ibrahim Adjie ini menjadi bagian dari pembangunan beberapa ruas jalan yang lainnya, yaitu Jalan Profesoe Kyai Anwar Musaddad, lalu Jalan Kyai Haji Jamhuri, dan sampai ke Jalan Jenderal Sudirman.

Pria yang akrab disapa Agis mengungkapkan jika kehadiran beberapa jalan tadi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi beban yang sudah luar biasa terjadi di jalur-jalur utama perkotaan, seperti Jalan Otto Iskandar Dinata, Jalan Cimanuk, Jalan Pembangunan, dan juga Jalan Suherman.

“Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan ini dapat mendorong tumbuhnya potensi-potensi ekonomi baru, sehingga mendorong juga gairah investasi yang hadir ke Kabupaten Garut,” tutur Agis.

Sehingga peluang-peluang investasi itu lahir, yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, memberikan kesempatan berusaha, dan perluasan kesempatan kerja.

Agis memaparkan jika pembangunan Jalan Letjen Ibrahim Adjie ini melalui proses yang cukup panjang, dengan durasi pembangunan 8 tahun lebih yang dimulai pada tahun 2016 untuk melakukan proses pembebasan lahan.

Seyogyanya, tambah dia, Jalan Ibrahim Adjie ini direncanakan akan tuntas pada tahun 2022. Namun, sempat terhenti pembangunannya pada tahun 2020 akibat adanya wabah pandemi Covid-19.

Baca Juga:   AKI, AKB, dan Stunting di Garut Menurun, Tapi Angka Kemiskinan Malah Naik

Total anggaran yang telah dikucurkan dalam pembangunan Jalan Letjen Ibrahim Adjie ini sebesar Rp126 miliar, terdiri dari Rp72 miliar lebih untuk pembebasan lahan dan sekitar Rp53 miliar lebih dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi sepanjang 6 kilometer dengan lebar 14 meter, dengan 2 alur dan 4 jalur.

“Kita pun masih punya PR yang mungkin harus segera dituntaskan yaitu penyelesaian drainase sepanjang jalan, kurang lebih direncanakan kita butuh anggaran Rp23 miliar termasuk pembangunan pedestrian dan juga perlengkapan jalan yang lainnya. Diharapkan nanti ada jalur-jalur khusus, untuk jalur pesepeda begitu ya, kemudian juga jalur yang lainnya,” ucapnya.

Agis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan Jalan Letjen Ibrahim Adjie, sehingga hari ini bisa secara resmi dioperasionalisasikan.

“Dan tentu saja kami juga dalam hal ini mengapresiasi kepada yang pertama tentu saja Provinsi Jawa Barat, karena pembangunan jalan ini Pak Bupati ini juga dibantu oleh Pemerintah provinsi Jawa Barat melalui PEN (atau) Pendanaan Ekonomi Nasional tahun 2021. Kemudian juga tentu saja dari balai BKSDA yang telah memberikan perizinannya untuk penggunaan bersama pemanfaatan lahan BKSDA,” katanya. (MAZ)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Respon (1)

  1. Air menggenang malah dipake buat nyuci truk boro boro dibetulin saluran airnya jangan berbangga dulu semntara kita tidak ada kepedulian untuk merawat jln ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *